Minggu, 03 Mei 2026

Dugaan Korupsi Di BPJS Ketenaga Kerjaan, FSPMI SUMUT: Usut Tuntas Perkara Ini

Medan (utamanews.com)
Oleh: Maulana Syafii Kamis, 18 Feb 2021 15:08
Aksi unjuk rasa damai di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Patimura, Kota Medan, Kamis (18/2/2021).
 Istimewa

Aksi unjuk rasa damai di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Patimura, Kota Medan, Kamis (18/2/2021).

Terkait dugaan kasus korupsi, Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Sumatara Utara (DPW FSPMI Sumut) menggelar aksi unjuk rasa damai di depan Kantor BPJS Ketenagakerjaan di Jalan Patimura, Kota Medan, Kamis (18/2/2021).

Dipimpin oleh Tony Rickson Silalahi selaku Sekretaris DPW FSPMI Sumut mengatakan pihaknya turun ke jalan untuk mengawal kasus dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan sebesar 20 Triliun rupiah.

"Kita turun ke jalan, untuk mengkritisi dugaan korupsi sebesar 20 Triliun di BPJS Ketenagakerjaan, kami pekerja buruh sangat berkepentingan untuk mengawal dan mengkritisi dugaan korupsi BPJS Ketenagakerjaan, karena uang yang dikelola BPJS ketenaga kerjaan adalah uang pekerja buruh dan pengusaha," ujar Tony dalam orasinya.

Aksi Unjuk rasa damai yang mengikuti protokol kesehatan ini diikuti oleh puluhan buruh yang meliputi Kabupaten Deli Serdang dan Kota Medan.
Selesai berorasi di depan gerbang kantor BPJS Ketenagakerjaan Sumbagut, puluhan buruh ini di terima untuk menggelar audensi ke dalam ruangan rapat Kantor BPJS Ketenagakerjaan atau BPJamsostek guna penyampaian pendapat oleh pimpinan BPJS ketenagakerjaan Sumbagut yang juga merupakan kantor BPJS ketenagakerjaan Kota Medan.

Menyikapi hal itu, peserta aksi unjuk rasa damai yang diterima oleh Bapak Panji Wibisana Deputi Direktur BPJamsostek Wilayah Sumbagut dan jajarannya memberikan penjelasan terkait keamanan uang buruh yang tersimpan di BPJS Ketenagakerjaan.

"Kami memandang kasus ini mirip-mirip dengan dugaan korupsi di asuransi Jiwasraya dan Asabri, kami menduga ada mafia yang bermain di kasus dugaan korupsi sebesar 20 Triliun di BPJS Ketenagakerjaan, kami akan mengawal kasus ini, kami meminta kejaksaan agung segera mengusut tuntas atas dugaan mega korupsi di BPJS Ketenagakerjaan," bebernya.

Selain membicarakan perihal dugaan korupsi yang terjadi di BPJS Ketenagakerjaan, para buruh yang hadir juga mempertanyakan tentang prihal kasus-kasus ketenagakerjaan yang juga menyerempet ke BPJS Ketenaga Kerjaan.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Saya juga ingin bertanya terkait pemutusan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Kami mendapatkan beberapa kasus di lapangan. Contohnya salah satu perusahaan di Deli Serdang yang ter-PHK secara sepihak. Nah PHK tersebut belum diputuskan oleh pengadilan atau PHI tetapi kepesertaannya sudah diputus", ungkap Dedek Cahyadi selaku Tim Organizer FSPMI SUMUT.

"Terkait hal itu memang menjadi ranahnya Disnaker, tetapi walaupun begitu kita akan jalin hubungan dengan Disnaker agar semuanya jalan pada tempatnya, inikan hak buruh jadi tidak bisa di main-mainkan" jawab Panji.

Menyapa jawaban Panji, Tony memberikan apresiasi kepada pihak Disnaker yang telah menerima aspirasi buruh.

iklan peninggi badan
"Sebelumnya terimakasih pak, kami apresiasi perihal itu. Tetapi kalau bisa secepatnya dijalin hubungan itu agar para buruh tidak terbengkalai. Sekali lagi kami meminta agar kejaksaan benar-benar kerja untuk mengusut dugaan korupsi ini", tutup Tony.

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️