Selasa, 28 Apr 2026

Demo Mahasiswa Menuntut Dishut Sumut Hentikan CV Evi Group

MEDAN (utamanews)
Jumat, 12 Apr 2013 15:27
Puluhan mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Sumatera Utara Bersatu (Formasub) melakukan aksi di depan Kantor Dinas Kehutanan (Dishut) Sumatera Utara yang berada di Jl. SM Raja Medan, Jumat (12/4/13) siang.

Dalam aksinya, massa menuntut agar Dishut Sumut hentikan operasional terhadap CV Evi Group di Kec. Batang Lubu Sutam Kab Padang Lawas.

Hal tersebut diungkapkan pimpinan aksi Formasub, Zul Paisar Hasibuan. Pasalnya, dia melihat perusakan hutan dan kayu yang dilakukan CV Evi Group diareal 900 Ha tersebut sangatlah berbahaya dan akan menimbulkan korban jiwa.

"Bukan apa, area itu jugaperna di police line Polda Sumut yang dihadiri Menhut tahun 2009. Tapi hingga saat ini masih beroperasi," tandasnya.

Pengerusakah hutan yang dilakukan CV Evi Group di kawasan warga tersebut telah membawa bencana dan kerugian buat warga. Pasalnya, sejak CV Evi Group beroperasi, kawasan tersebut terkena dampak banjir.

Sebelum beroperasinya CV Evi Group kawasan tersebut tidak pernah mengalami banjir, namun, menjadi daerah rawan banjir, bahkan saat banjir sampai sepinggang orang dewasa.

"Masyarakat sudah sering melakukan aksi di Dishut Kab Padang Lawas. Tetapi, hingga saat ini pihak Dishut Kab Padang Lawas belum ada menunjukkan untuk memberhentikan. "Kami menduga ada kongkalikong antara Dishut Kab Palas dengan CV Evi Group. Makanya kami malakukan aksi ke Dishut Sumut," ungkapnya.

Kadishut Sumut, Halen Purb, menerima massa pengunjuk rasa mengatakan, bahwa dirinya akan menyurati Dishut Palas. "Kami akan melakukan koordinasi dengan Dishut Palas. Dan kami akan menyuratinya," ucapnya.

Lebih lanjut, Halen mengatakan, berdasarkan laporan dari Dishut Palas, aktivitas CV Evi Group telah berhenti beroperasi. Dan CV Evi Group cuma mengangkat 800 kubik kayu lagi dari areal tersebut. "Kalau berdasarkan laporan dari Dishut Palas, CV Evi Group cuma mengangkat 800 kubik kayu lagi. Dan operasi mereka sudah berhenti," ucap Halen.

Mendengar pernyataan tersebut, salahseorang massa, Sugianto Harahap mengatakan, semua laporan Dishut Palas adalah bohong. "Pasalnya, hingga saat ini masih ada 4 traktor masih ada disana. Dan mereka pun masih beraktivitas. Ngak benar itu," tandasnya.

Mendengar ucapan Sugianto tersebut, Halen dengan tegas akan menyurati Dishut Palas. "Kita akan surati Dishut Palas mengenai hal itu," tandasnya. Sementara itu, setelah mendengar ucapan tersebut, massapun akhirnya membubarkan diri. (Spt)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️