Ratusan massa sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian bahkan
jalan lintas menuju keluar masuk Pelabuhan kontener Belawan sempat
lumpuh total.
Massa FPI mendatangi Rudenim Imigrasi di jalan Pekong Selebes Kelurahan Belawan II, (12/4/13) Jumat, disana massa sempat berorasi serta meminta pertanggungjawaban Kepala Rudenim hingga ternyata pembiaran hingga jatuh korban serta adanya pelecehan seksual terhadap wanita mulim pengungsi warga Rohingya ditahanan Imigrasi Belawan tersebut.
Sekitar pukul 14.00 WIB massa FPI melanjutkan aksinya ke Mapolres Pelabuhan Belawan, ratusan massa sempat terlibat bentrok dengan aparat kepolisian bahkan jalan lintas menuju keluar masuk Pelabuhan kontener Belawan sempat lumpuh total, hingga beberapa saat kemudian sejumlah delegasi massa bertemu dengan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto SH, Kapolsekta Belawan serta petinggi Polri lainnya.
Massa menuntut agar membebaskan warga muslim rohingya sebab ada ketidakadilan hukum dimana sebagian besar warga pelaku pemerkosa warga Muslim Rohingya sudah dipulangkan ke Myanmar.
Aksi sholat Ashar pun dilakukan di tengah badan jalan sebagai ungkapan protes terhadap diskriminasi penegakkan hukum yang dilakukan polisi di Mapolres Pelabuhan Belawan.
Aksi tersebut sempat membuat lalulintas keluar masuk ke Pelabuhan Belawan Internasional Contener Terminal (BICT) mogok total beberapa jam sepanjang hampir 1 Km di mulai dari pintu keluar Tol Kampung Salam menuju Pelabuhan BICT. (Hrd)