Aksi Coret Seragam Sekolah Masih Jadi Tradisi Usai UN
TABAGSEL (utamanews.com)
Kamis, 16 Apr 2015 21:09
Maulana Syafii
Sejumlah siswa-siswi MAN lebih memilih makan bersama usai pelaksanaan UN ketimbang lakukan aksi coret seragam sekolah.
Aksi corat-coret baju seragam sekolah masih jadi tradisi dan cenderung dilakukan siswa-siswi SLTA usai melaksanakan Ujian Nasional (UN), ada yang melakukannya atas dasar euforia, masa bersekolah telah usai ada juga yang ikut-ikutan.
Amatan Media, Rabu (15/4) hari terakhir pelaksanaan UN, para siswa SMA/MA tidak saja melakukan aksi coret seragam sekolah, pada sejumlah titik jalan juga tampak banyak tulisan berbagai warna turut dijadikan sasaran aksi coret, seperti yang terjadi di jalan menuju objek wisata Aek Siraisan Kecamatan Ulu Barumun.
Di lokasi wisata alam ini, para siswa dari berbagai SLTA di Palas, datang sekedar merayakan akhir UN tanda berakhirnya jenjang belajar di tingkat menengah. Sebagian merayakannya sambil mandi beramai-ramai di sungai Aek Siraisan, ada juga sekedar berkumpul di warung sambil bergitar dan bermain musik. Hingga sore, para siswa-siswi yang bercampur itu tidak canggung lagi berkumpul untuk merayakan akhir UN. Apalagi, UN bukan lagi penentu kelulusan.
“Sudah di tangan guru, kita serahkan sama guru saja,” sebut Taufik siswa SMA Barsel dan Hilma siswi SMA Swasa Tunas Harapan senang dengan seragam penuh coretan.
Berbeda dengan siswa-siswi MAN Sibuhuan yang lebih memilih berkumpul makan bersama usai UN, sebab aksi coret seperti yang dilakukan siswa menengah lainnya itu dilarang keras bagi siswa MAN.
“Jika ketahuan bisa kena sanksi,” ujar Mardah siswi jurusan IPA ini yang turut diiyakan teman-temannya sambil makan di salah satu warung bakso.
Kabid Dikmen Dinas Pendidikan (Disdik) Palas M Rasyidi Hasibuan SPd saat dikonfirmasi menyebutkan, jauh hari telah memberikan himbauan kepada sekolah untuk melarang para siswa melakukan aksi coret itu. Pada dasarnya, tidak diperkenankan bagi siswa melakukan aksi tersebut.
“Tidak ada pembenaran pada aksi corat-coret ini, sekolah-sekolah juga sudah kita himbau itu agar tidak melakukan aksi itu,” kata Kabid.
Meski tidak ada sanksi dari Disdik Palas, namun aksi coret siswa sebagai bentuk euforia usai melaksanakan UN ini tidak lah dibenarkan.
“Walaupun UN bukan penentu kelulusan lagi, tapi hasil UN ini adalah evaluasi siswa secara nasional untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, memang kalau dari kita tidak ada sanksi, tapi kita tegaskan bagi sekolah untuk menindak tegas hal seperti itu," ungkap Kabid lagi. (MS)