Untuk menyelesaikan permasalahan energi listrik bagi masyarakat Sumatera Utara, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara, Dahlan Iskan harus bermalam di lokasi pembangunan pembangkit listrik tenaga uap di Pangkalan Susu, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
Kendala yang mesti dituntaskan sebenarnya sederhana, yakni terkait 17 tiang transmisi penyalur pasokan energi dari PLTU Pangkalan Susu ke Medan yang tidak dapat didirikan karena masalah perizinan. Persoalan ini sebenarnya gampang diselesaikan pemkab Langkat atau pemprov Sumut, sekiranya kedua pemerintahan tersebut peduli.
Dengan kemampuan menghasilkan daya listrik hingga 400 megawatt, proyek PLTU Pangkalan Susu tersebut dapat mengatasi krisis energi di Sumatera Utara.
Itu yang disayangkan. “Kenapa sih tidak bisa diselesaikan bersama-sama. Ini kan untuk kepentingan Sumatera Utara,” kata Dahlan.
Oleh karena itu, mantan Direktur Utama PT PLN (Persero) tersebut ingin bermalam di lokasi PLTU Pangkalan Susu untuk mencari solusi yang dapat dikerjakan.
Melalui diskusi dengan berbagai pihak, diharapkan pemasangan tiang listrik untuk menyalurkan pasokan energi dari PLTU Pangkalan Susu tersebut dapat segera direalisasikan.
“Proyek yang begitu besar terhambat tiang-tiang listrik. Itu tidak masuk akal,” katanya.
Penyelesaian krisis energi listrik di Sumut hanya dapat dilakukan jika ada pasokan daya yang masuk. “Kalau tidak ada (tambahan pasokan), tidak akan selesai,” kata Dahlan Iskan.
Untuk itu, pihaknya mengharapkan pemerintah daerah, baik Pemkab Langkat maupun Pemprov Sumatera Utara, harus ikut membantu dalam menyelesaikan kendala pemasangan tiang listrik untuk PLTU Pangkalan Susu itu.
“Pemda harus ikut membantu. Kalau tidak ada listrik, pemda teriak-teriak,” katanya. (Ant)