Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi mengapresiasi terobosan yang telah dilakukan SMP Negeri 38 Medan, jalan Marelan VII, kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan yang telah menghadirkan tanaman hidroponik di lingkungan sekolah. Diharapkan hal ini memotivasi sekolah lain untuk melakukan hal sama.
Apresiasi ini disampaikan Wali Kota ketika meninjau langsung tanaman hidroponik di SMPN 38 Medan. Di sekolah itu terdapat 30 unit wadah yang digunakan sebagai media untuk menanam dengan memanfaatkan air tanpa menggunakan tanah. Selain itu tong yang digunakan sebagai sumber air diisi dengan bibit ikan Lele.
Wadah yang digunakan untuk menanam pun sangat sederhana. Kepsek SMPN 30, Hj Rohanim SPd MM memanfaatkan tong bekas yang sudah tidak dipakai lagi sebagai sumber air. Setelah itu tong ini dihubungkan dengan pipa paralon yang atasnya sudah dilubangi. Air dari tong selanjutnya mengalir ke pipa paralon.
Dari lubang-lubang pipa paralon itu dimasukkan bibit sayuran seperti kangkung, sawi, tomat dan daun kemangi. Tanpa menggunakan pestisida, bibit sayuran itu pun tumbuh subur dan berkembang. Wali Kota pun kagum dengan hasil kreasi tanaman hidroponik yang dibuat SMPN 38 tersebut.
Wali Kota mendukung penuh penanaman sayuran dengan menggunakan metode hidroponik dan ingin diterapkan di Kota Medan. Selain lebih praktis dan tidak memerlukan lahan yang luas, hasilnya juga lebih sehat karena tidak menggunakan pupuk maupun pestisida. Dengan demikian masyarakat bisa membuatnya di rumah masing-masing.
“Saya sangat sangat mendukung dan mengapresiasi terobosan yang dilakukan SMPN 38. Artinya, pihak sekolah telah mengajarkan sejak dini kepada siswanya untuk menanam sayuran dengan menggunakan metode hidroponik. Tentunya pengalaman ini bisa mereka terapkan nantinya di rumahnya masing-masing,” kata Wali Kota.
Jika semua sekolah di Kota Medan mengikuti terobosan yang dilakukan SMPN 38, Wali kota yakin penanaman dengan metode hidroponik ini akan berkembang di tengah masyarakat. Dengan demikian sangat membantu masyarakat untuk memenuhi kebutuhan akan sayuran sehari-hari. Sebab, penanaman dengan metode hidroponik lebih cepat panen.
“Untuk itu saya menghimbau kepada seluruh sekolah untuk menghadirkan metode penanaman hidroponik ini di lingkungan sekolah masing-masing. Selain menjadi sumber pangan yang sangat menyehatkan, kehadiran metode hidroponik ini juga sangat indah dipandang mata dan menyejukkan sehingga mendukung program penghijauan yang tengah gencar kita lakukan saat ini,” ungkapnya.
Peninjauan Wali Kota ke SMPN 38 Medan didampingi anggota DPRD Medan Surianto SH, Kadis Bina Marga Kota Medan Khairul Syahnan, Camat Medan Marelan Parlindungan Nasution, serta Kabag Agama dan Pendidikan Setdakot Medan Drs H Ilyas MPd dan Kapolsek Medan Labuhan Kompol Boy J. Situmorang.
Sementara itu Kepsek SMPN 38 Medan, Hj Rohanim SPd MM menjelaskan, saat ini mereka baru memiliki 8 wadah penanaman sayuran dengan menggunakan metode hidroponik. Direncanakan, Juli mendatang pada saat tahun ajaran baru bergulir akan ditambah lagi sehingga keseluruhan menjadi 30 wadah.
Dijelaskan Rohanim, penanaman dengan metode hidroponik ini baru diterapkan di SMPN 38 pada 20 April lalu dengan menanam 4 varietas sayuran yaitu sawi, kangkung, tomat dan kemangi. Hanya dalam waktu 30 hari, keempat varietas sayuran itu sudah bisa dipanen. Yang menarik lagi ungkapnya, mereka memanfaatkan tong sebagai sumber air untuk ternak ikan lele.
“Tujuan menanam sayuran dengan menggunakan metode hidroponik ini kita lakukan untuk memberikan pembelajaran kepada para siswa. Semoga dengan pembelajaran yang kita berikan ini, anak didik kita dapat menerapkannya di rumah mereka masing-masing sehingga bisa memenuhi kebutuhan akan sayuran sehari-hari. Sedangkan untuk masyarakat, kita ingin mengajarkan kemandirian,” jelas Rohanim. (red)