Oknum Guru di SD Negeri118368 Tanjung Leidong Labuhanbatu Utara diduga sunat Dana BSM
Laporan: Darwin Marpaung
Sabtu, 31 Jan 2015 17:21
(utamanews/darwin)
Sewaktu para Siswa Mengambil Dana Bantuan Bagi Siswa Miskin Di Bank unit BRI Kualuh Leidong.
Informasi diterima wartawan dari salah satu Wali Murid yang bernama A, pria (32 Tahun), bahwa para murid Sekolah Dasar Negeri 118368 Tanjung Leidong Labuhanbatu Utara Sumut, telah di menjadi korban pengutipan liar yang dilakukan oleh Kepala Sekolah Dasar Negeri 118368 Tanjung Leidong.
"Kami telah menjadi Korban pengutipan liar oleh oknum yang berinisial BS sewaktu pencairan dana Bantuan Bagi Siswa Miskin pada bulan Juli 2014 yang lalu.
Pengutipan tersebut langsung dari tangan murid ketika selesai melakukan penarikan dari Bank. Caranya BS ikut mendampingi para murid ke Bank BRI dan bagi Murid yang sudah selesai menarik dananya, BS langsung meminta Dana kepada murid senilai Rp 50.000,- .
Dana Bantuan Bagi Siswa Miskin ditransfer langsung oleh Pemerintah Pusat ke rekening para murid dengan besaran jumlahnya sebesar Rp 425.000,- ditambah dari dana bantuan Pemkab Labuhanbatu Utara senilai Rp 25000 ,-sehingga jumlah yang diterima para siswa senilai Rp 450. 000,- .
Dari Jumlah 450.000,- dipinta oleh Kepala Sekolah Senilai Rp 50.000,- akhirnya para siswa hanya menerima sebesar Rp 400.0000,-" ucap A, (31/1).
Hal ini juga diamini oleh seorang murid yang mengenyam pendidikan di sekolah tersebut, "sewaktu kami mencairkan Dana BSM di Unit Bank BRI Kualuh Leidong sebagian kami ada yang didampingi orang tua sebagian lagi tidak.
"Buk BS sebelumnya sudah mengatakan kepada kami bagi siapa yang menerima Dana Bantuan BSM harus mengasih sebesar Rp 50.000,- pada beliau.
"Kalian harus mengasih sebesar Rp 50.000,- " kata seorang murid menirukan bahasa BS .
Lanjut seorang Murid, "tapi bang, jangan bilang-bilang sama siapapun ya, karena kalau Buk BS sampai tau aku yang ngasi tau sama orang Abang, pasti aku dimarahi sama dia," ucap Murid.
Pihak Sekolah telah dicoba wartawan untuk dikonfirmasi namun yang bersangkutan belum dapat di temui. (Darwin Marpaung)