Terkait masih terbengkalainya bangunan gedung perpustakaan dan mobiler SMP Negeri 2 Kualuh Leidong, kabupaten Labuhanbatu Utara yang bersumber dari dana DAK (Dana Alokasi Khusus) Tahun Anggaran 2014, senilai Rp 198.368.429,37 (Seratus Sembilan Puluh Delapan Empat Ribu Duaratus Sembilan Koma Tiga Puluh Tujuh Rupiah), pihak Dinas Pendidikan menyatakan bahwa Kepala Sekolah SMPN 2 tersebut sampai saat ini belum datang untuk menjelaskan duduk persoalannya.
Edi Mahfud, pejabat yang mengaku bertanggung jawab mengenai pembangunan untuk sekolah di Labuhanbatu Utara yang bersumber dari Dana DAK mengatakan, "Saya sudah mengetahui bahwa bangunan perpustakaan dan mobiler SMP Negeri 2 Kualuh Leidong masih gantung pengerjaannya, dan kepala sekolahnya sudah saya panggil, namun beliau tidak mau memenuhi panggilan saya."
Ketika ditanya apa langkah selanjutnya yang dilakukan oleh pihak dinas? Edi menjawab akan melayangkan panggilan kedua untuk mempertanyakan mengapa pekerjaan tersebut belum selesai dikerjakan.
Pantauan di lapangan, pekerjaan pembangunan gedung perpustakaan dan mobiler SMP Negeri 2 Kualuh Leidong pengerjaannya hanya 65%.
Salah seorang pekerja pembangunan yang ditemui di lapangan mengatakan, “Bagaimana kami mau mengerjakannya bang, namanya kami kerja tidak digaji dan sampai sekarang belum dapat uang.”
Kepala Sekolah SMP Negeri Kualuh Leidong, Sucipto sewaktu ditemui wartawan di ruangannya mengatakan, "Ya bangunan ini memang belum selesai.”
Saat didesak alasannya kenapa belum juga selesai pengerjaannya, "Uangnya belum kita ambil,” ucap Sucipto dengan gaya cuek.
Safrin Ritonga, SH MH Ketua LSM Non Goverment Defakto Labuhanbatu Utara menanggapi hal ini mengatakan,"Tangkap dan penjarakan Kepsek SMP Negeri 2 Kualuh Leidong. Kita duga yang bersangkutan sudah menggelapkan dana untuk pembangunan perpustakaan dan mobiler tersebut."