Kualitas pendidikan merupakan faktor penting bagi kemajuan suatu negara. Melalui pendidikan diharapkan dapat memiliki sumber daya manusia yang semakin berkualitas baik secara spritual, intelegensi dan skill. Untuk itu negara ataupun daerah sangat membutuhkan peran serta semua, sinergitas dan kemitraan antara pemerintah dan lembaga pendidikan, serta masyarakat.
Demikian disampaikan Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S Msi ketika menggelar jamuan makan malam dengan seluruh peserta Forum Rektor Indonesia (FRI) 2015 di Auditorium Universitas Sumatera Utara (USU), Jalan Dr Mansyur Medan, Sabtu (24/1).
Kata Wali Kota, lulusan perguruan tinggi juga diharapkan tanggap terhadap perubahan, memiliki jiwa inovatif dan kreatif, yang mampu menciptakan peluang usaha, serta berkemampuan membangun jejaring usaha yang dilandasi etika profesional, sekaligus dapat menjadi pelaku wira usaha utama yang mampu mengembangkan industri maupun petensi daerah yang komptetitif.
Sebagai contoh jelas Wali Kota, Kota Medan berbatasan langsung dengan Selat Malaka, sehingga memiliki potensi sumber daya pesisir dan laut yang cukup besar. Untuk itu, sebagaimana tema dari temu tahunan Forum Rektor ini tentang kemaritiman, Wali Kota berharap mendapatkan sumbangsih pemikiran dari perguruan tinggi untuk memanfaatkan potensi ini lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan pembangunan kota.
Rektor USU Prof DR dr Syahril Pasaribu, DTM & H, MSc (CTM), SpA (K) menyatakan, maksud dari kegiatan FRI adalah sebagai wadah kumpulan bagi sleuruh pimpinan perguruan tinggi di Indonesia (rektor dan direktur), yang diharapkan mampu memberikan masukan kepada pemerintah demi suksesnya pembangunan nasional.
Kegiatan FRI ini dihadiri 2 orang pembicara kunci yakni Menko Bidang Kamritiman dan Menteri PPN/Kepala BAPPENAS, dengan dibagi 3 narasumber komisi yaitu Komisi Ekonomi dan Lingkungan, Komisi Hukum dan Komisi Keamanan. Diharapkan kepada ketiga kelompok peserta panel komisi dapat memberikan satu kesepakatan untuk diplenokan, guna menghasilkan kontribusi positif untuk pengembangan bangsa melalui pendekatan ekonomi dan lingkungan, hukum dan keamanan kemaritiman, sehingga mampu menegakkan kedaulatan negara sebagai poros maritim dunia.
Acara FRI dihadiri sekitar 700 pimpinan Perguruan Tinggi di Indonesia, dimana 300 orangdiantaranya merupakan anggota FRI. Sedangkan Ketua FRI peridoe 2014, Prof Dr Ravik Karsidi MS saat memberikan sambutan, menyatakan terima aksih atas dukungan yang diberikan selama dirinya memimpin. (sam)