Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSI mengapresiasi digelarnya bazar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun ke-55 Perguruan Wage Rudolf Supratman di Jalan Asia Medan, Minggu (12/4). Kegiatan itu dinilai sebagai bagian dari promosi atas hasil produksi sekaligus menjadi media pembelajaran kepada para siswa untuk terus memupuk jiwa wira usaha mulai sejak dini.
Diingatkan Wali Kota, 2015 merupakan tahun dimulainya Masyarakat Ekonomi ASEAN. Artinya, semakin terbukanya persaingan internasional. Medan yang menjadi pintu gerbang bagian barat dari Indonesia haruslah siap menghadapi hal tersebut. Untuk itulah persaingan serumpun ASEAN ini merupakan langkah pembuktian bahwa Kota Medan juga memiliki sumber daya mumpuni dalam meningkatkan perekonomian.
Selain bazar, mantan Sekda Kota Medan ini pun sangat mengapresaisi pameran hasil kreatifitas siswa seperti robotik maupun hasil kerajinan tangan lainnya. Wali meyakini kegiatan yang dilakukan ini akan menambah motivasi para siswa untuk terus berkreatifitas dan menjadi yang terbaik.
Pembukaan bazar ditandai dengan pemotongan pita yang dilakukan Wali Kota didampingi Edward Chandra selaku pembina Yayasan Perguruan WR Supratman, Edi Kesuma selaku tokoh masyarakat Tionghoa, ketua panitia bazar Pinondang Situmorang serta para guru. Setelah itu Wali Kota meninjau satu persatu stand bazar dan pameran hasil kreattifitas siswa. Sebelum meninggalkan lokasi, Wali Kota juga menyempatkan diri menyaksikan pertunjukan seni yang ditampilkan siswa dan siswi Yayasan Perguruan WR Supratman.
Edward Chandra selaku pembina Yayasan Perguruan WR Supratman mengatakan, bazar ini merupakan kegiatan terakhir dari serangkaian kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-55 Perguruan WR Supratman. Puncak acara akan digelar di Regale Restoran. Selain Wali Kota, acara puncak yang diisi dengan pentas seni ini rencananya juga akan dihadiri Gubsu H Gatot Pujonurgoro ST.
Tidak hanya bazar jelas Edward, pihak yayasan telah melakukan serangkaian kegiatan sebelumnya kegiatan sosial dengan memberikan bantuan kepada sejumlah panti asuhan, pengobatan massal, gerak jalan, serta memberikan bantuan kepada pengungsi korban erupsi Gunung Sinabung.
“Saat ini kita memiliki dua sekolah, pertama di jalan Asia, sedangkan yang kedua di Jalan Brigjen Katamso. Jumlah keseluruhan murid sekitar 3.200 orang siswa. Artinya, kita sudah 55 tahun telah membantu pemerintah untuk melahirkan sekaligus mencerdaskan para generasi muda sebagai penerus pembangunan,” kata Edward. (red)