Minggu, 03 Mei 2026

DPR: Keluarga Benteng Pertama Dari Ancaman ISIS

JAKARTA (utamanews.com)
Jumat, 27 Mar 2015 06:29
<br>
 Google


Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan keluarga merupakan benteng pertama untuk menghalau dan mengantisipasi pengaruh paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) dengan melakukan upaya preventif melalui nasihat-nasihat yang baik.

"Orang tua harus ikut membentengi keluarga masing-masing agar tidak dimasuki paham ISIS. Jangan sampai kepala keluarga sendiri tidak tahu ada anggota keluarganya yang bergabung dengan ISIS," kata Saleh Partaonan Daulay dihubungi di Jakarta, Rabu (25/3/2015).

Selain itu, Saleh juga meminta para guru di sekolah ikut berperan membentengi anak-anak didik dari paham ISIS dan radikalisme lainnya dan bukan sebaliknya dimana guru-guru membuat buku yang mengandung radikalisme. "Partisipasi para guru tidak terbatas pada guru pelajaran agama, tetapi juga guru pelajaran lain. Tidak mesti menyita waktu, tetapi bisa disampaikan sepintas lalu tetapi sering. Itu akan lebih membawa dampak besar," tuturnya.

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengatakan paham ISIS tidak bisa dipandang remeh karena penyebaran telah menyebar menembus batas-batas teritorial. "ISIS mengklaim menerapkan sistem khilafah yang penerapannya menembus batas-batas teritorial. Tidak ada batas-batas teritorial yang menghalangi mereka melebarkan pengaruh dan kekuasaannya, termasuk ke Indonesia," katanya.
Menurut dia, sebagai negara berpenduduk mayoritas Muslim, Indonesia tentu saja menjadi perhatian khusus sebagai target operasi. "Aparat keamanan harus bekerja mencari simpul-simpul jaringan kelompok ISIS di Indonesia sehingga gerakan mereka bisa dipetakan dan tidak meluas. Rakyat masih percaya aparat negara bisa menangani persoalan itu," tuturnya.

Polisi telah menangkap lima terduga teroris yang diduga dipengaruhi paham ISIS. Sedangkan di Jambi, seorang pelajar SMK berusia 18 tahun diberitakan menyendera dan menyerang ayah dan adiknya, diduga karena terpengaruh paham ISIS karena di kamarnya ditemukan barang-barang terkait ISIS.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Tedjo Edhy Purdijatno juga sempat menyampaikan kecurigaannya bahwa ada 514 warga negara Indonesia yang telah bergabung dengan ISIS. (Ant)

busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️