Seratusan siswa/siswi SMA dan SMK Otomotif Yayasan Pendidikan Nur Hasanah, yang beralamat di jalan Garu I No. 28 Medan Amplas, mengikuti dengan serius pemaparan pentingnya pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari yang disampaikan oleh Dosen Universitas Negeri Medan (Unimed), Drs. Halking, MSi dan Ketua LSM Martabat DPW Sumatera Utara, Samson Sihombing, S.Pd, pada Sabtu, 28 Maret 2015, bertempat di aula sekolah tersebut.
Drs. Halking, MSi yang juga merupakan peneliti pada Laboratorium Pancasila Fakultas Ilmu Sosial Unimed, menyatakan bahwa Kebhinekaan merupakan suatu keniscayaan dan keharusan identitas yang diterima bangsa Indonesia dari Tuhan YME. Hal ini menjadi kekayaan budaya dan sosial bangsa. Oleh karena itu, segala usaha yang merusak persatuan dan kebhinekaan semestinya dihindari.
Dikatakannya bahwa sikap saling mengejek dan rasisme harus dihilangkan dari perilaku kita sehari-hari, serta lebih banyak menunjukkan sikap saling menghormati dan toleransi antar agama, suku dan golongan.
“Jangankan perbedaan agama, dalam satu agama pun terdapat perbedaan. Nah, supaya kita dapat hidup harmonis, maka ikuti aturan yang berikut, Bagiku amalku, bagimu amalmu, jangan langsung memvonis salah terhadap saudara kita yang menjalankan agamanya walaupun berbeda dengan cara kita menjalankannya,” kata Candidat Doktor dari Unair Surabaya ini.
Selain memperkuat toleransi, Halking juga mendorong siswa/siswi Yayasan Pendidikan Nur Hasanah untuk menunjukkan sikap patriotisme dan semangat cinta tanah air serta mengembangkan sikap nasionalisme dalam praktek kehidupan sehari-hari di lingkungan sekolah, keluarga dan masyarakat.
Kegiatan Seminar bertema “Membangun Nasionalisme Muda Cinta Pancasila melalui Wawasan Kebangsaan bagi Siswa” ini terselenggara atas kerjasama Yayasan Pendidikan Nur Hasanah Medan dan LSM Martabat Sumut.
Harliansyah, SE., mewakili pihak yayasan menjelaskan pada media, bahwa diadakannya seminar ini bertujuan untuk membentengi siswa/siswinya dari gempuran paham radikal yang saat ini marak disuarakan ormas berkedok agama serta mendukung program pemerintah kota Medan untuk menumbuh kembangkan kembali nilai-nilai luhur Pancasila.
Sebelumnya, Samson memaparkan pada peserta seminar bahwa wawasan kebangsaan didasarkan nilai-nilai luhur Pancasila, harus lebih digalakkan di kalangan pelajar, agar nantinya sebagai warga negara, mereka menyadari pentingnya hidup bersama sebagai bangsa atas dasar kesamaan hak dan kewajiban di muka umum.
“Pancasila merupakan refleksi filsafat bangsa dengan sifat universal, untuk itu Pancasila harus tetap menjadi rujukan dalam persatuan bangsa Indonesia yang multi-etnis, budaya, dan agama,” ujarnya.
Selain paparan oleh dua narasumber di atas, panitia yang dipimpin oleh Kepala Sekolah SMA, Drs. Awaluddin, memutarkan video mengenai refleksi pengamalan sila ke-3 Pancasila di masyarakat Indonesia saat ini, karya Drs. Halking, MSi. (red)