Pemko Medan selenggarakan Lokakarya tentang HIV Aids
MEDAN (utamanews.com)
Selasa, 23 Jul 2013 19:56
hpm
Sekda secara resmi membuka lokakarya HIV Aids
Penyebaran HIV/Aids saat ini sudah memprihatinkan. Angka penderitanya terus bertambah. Penyakit ini menyentuh semua kalangan usia termasuk bayi dan ibu rumah tangga, tentunya hal ini harus menjadi perhatian kita semua.
Hal ini disampaikan Plt Walikota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S,MSi diwakili Sekda Medan Ir Syaiful Bahri Lubis, Selasa ( 23/7) di Grand Antares Medan saat membuka lokakarya HIV/Aids bagi pengurus PKK tingkat kecamatan, dengan peserta berjumlah 42 orang dari kader-kader PKK yang mewakili Kecamatan se kota Medan.
Lokakarya ini dibuka secara resmi ditandai dengan penyematan bet nama oleh Sekda Medan kepada 2 orang perserta yakni Ny. Kahaidir dari Kecamatan Medan Belawan dan Lina.
Sekda mengingatkan, bahwa penyebaran penyakit HIV dan Aids ini bukanlah hanya menjadi perhatian pemerintah daerah dan pusat saja, namun menjadi perhatian dunia. Untuk itu mari kita berperan aktif dan bekerjasama dalam menyebarluaskan informasi tentang bahaya HIV dan AIDS,” ujarnya.
Bagi seluruh peserta diharapkan dapat mengikuti kegiatan lokakarya ini dengan sebaik-baiknya dan sungguh-sungguh, sehingga benar-benar dapat menghasilkan rumusan yang bermanfaat bagi penanggulangan HIV dan AIDS khususnya di kota Medan,
Ahmad Raja Nasution selaku Kabag Administrasi Kesejahteraan Rakyat dalam laporannya mengatakan maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada tentang peran penting PKK Kecaamatan untuk lebih aktif terlibat dalam meningkatkan pencegahan dan penanggulangan HIV Aids. Selain itu untuk meningkatkan kepedulian pengurus PKK Kecamatan terutama pokja IV hendaknya terlibat aktif dalam pencegahan dan penanggulangan HIV AIDS di tengah-tengah masyarakat.
Kegiatan Lokakarya ini berlangsung selama 2 hari, mulai tanggal 23 -24 Juli 2013 di Hotel Grand Antares Jalan SM Raja Medan, bertindak selaku nara sumber berjumlah 6 orang antara lain dr.Pocut Fatimah, Jalwin Delfit, dr.Jamaluddin, Badurani, Gita Kencana dan L Marsudi. (hpm)