Pemkab Labuhanbatu Utara Gelar Seminar Penanggulangan Penyakit Kusta
Laporan: Yanri Simatupang
Sabtu, 11 Okt 2014 05:25
(utamanews.com/yanri)
Sosialisasi Penanggulangan Penyakit Kusta di Aula Grand’s Hotel Kab, Labura, (10/10)
Labura (utamanews.com) – Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara mengadakan pertemuan dengan Dinkes Pemprovsu dan lintas sektoral pemerintah kabupaten di aula Grands Hotel, Jumat (10/10), pertemuan program P2 ini dilakukan sebagai sosialisai penanggulan penyakit Kusta yang masih banyak ditemukan di Kabupaten Labura.
Kegiatan ini disambut positif oleh Pemkab Labura yang langsung dihadiri Wakil Bupati H. Syahminan Pasaribu. SH,MM., didampinigi Kepala Dinas Kesehatan Labura Burhanuddin Harahap. SKM,Mkes dan beberapa perwakilan dari SKPD.
Setiap tahun ada kenaikan warga Labura yang terkena penyakit Kusta, pada Tahun 2010 ada 4 orang yang ditemukan menderita Penyakit Kusta, tahun 2013 sebanyak 10 orang, dan tahun 2014 yang sudah terdeteksi sebanyak 16 orang yang menderita penyakit Kusta.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan kab, Labura Burhanuddin Harahap.SKM.M.Kes pihaknya akan mendukung sepenuhnya dalam kegiatan Penanggulangan Penyakit Kusta. “Agar kedepannya tidak ada lagi yang terkena penyakit Kusta, dan kita akan segera mensosialisasikan kepada masyarakat melalui Puskesmas dan bidan-bidan yang ada didesa untuk mencegah terjadinya penyakit Kusta”, ucapnya
Tak hanya itu, Dinas Kesehatan Labura juga akan memberikan pelayanan khusus bagi penderita maupun gejala penyakit tersebut. “Untuk itu masyarakat jangan takut untuk berobat, alangkah ruginya jika masih ada masyarakat Labura yang menderita penyakit Kusta, sementara bisa berobat gratis dan tidak dipungut biaya apapun. Kita akan segera lakukan pencegahan penyakit tersebut kepada masyarakat, dan masyarakat juga jangan takut untuk berobat semua sudah kita tanggulangi biayanya”, tambahnya.
Di tempat yang sama, Dr.Tembersun Siregar, M.PH., Kepala Bidang Pemberantasan Penyakit di Dinas Kesehatan Kab. Labura mengatakan bahwa perlunya komitmen semua pihak, baik di kalangan Pemerintah Kabupaten, kecamatan maupun di pedesaan dalam penuntasan penyebaran penyakit Kusta ini. “Karena kalau tanpa kerjasama yang baik, kita tidak akan mampu melakukan peninjauan langsung di masyarakat, dan juga perlu kesadaran dari masyarakat untuk membersihkan lingkungan sekitarnya, sebab penyakit Kusta itu berasal dari tempat yang kumuh dan orang yang tidak bersih”, ujarnya
Tembersun Siregar juga mengatakan salah satu daerah yang banyak terkena penyakit Kusta terdapat di desa Kuala Bangka, Kecamatan Kualuh Hilir. Setiap tahun di daerah tersebut ada yang terkena penyakit Kusta. Untuk itu dirinya menghimbau kepada seluruh komponen masyarakat segera melaporkan dan mengantar ke Puskesmas terdekat jika ditemukan warga yang mengidap penyakit Kusta.
M Rifai Pemegang Program Kusta Provinsi Sumut mengatakan bahwa Penyakit Kusta ini bukan disebabkan oleh “guna-guna”, penyakit keturunan, kutukan, maupun perbuatan manusia yang iri, melainkan adanya virus yang bisa masuk tanpa kita sadari dari adaptasi pernapasan antara satu dan yang lain. “Tanpa kita sadari virus tersebut akan bertumbuh pesat di dalam tubuh dalam hitungan waktu yang lumayan lama, dan membuat daya tahan tubuh penderita perlahan lahan menjadi Lemah”, ungkapnya. (Yanri Simatupang)