Senin, 27 Apr 2026

Kepala BLH Kota Medan serius tanggapi laporan masyarakat terkait limbah industri Fountain

Laporan: Irwan Manalu
Rabu, 01 Okt 2014 13:38
<br>
 gadis.co.id


Lambatnya petugas dari BLH Kota Medan turun melakukan pengecekan ke lokasi Home Industri Fountain jalan Priok Ayahanda telah membuat kecewa warga terutama yang tinggal berdekatan dengan Fountain.

Sesuai informasi yang diterima bahwasanya akan turun pengawas dari Badan Lingkungan Hidup Bidang Pengawasan Kota Medan ke lokasi untuk memeriksa kelengkapan rumah industri pembuatan es krim Fountain, salah seorang warga jalan Priok Kelurahan Sei Putih Tengah bermarga Sihite yang selama ini terganggu atas keberadaan Fountain yang rumahnya juga bersebelahan dengan perusahaan tersebut kepada wartawan mengatakan ada mendapat kabar pengawas dari BLH Kota Medan akan turun ke Lokasi Industri pembuatan Es krim Fountain untuk memeriksa kelengkapan, izin amdal, ipal yang diduga tidak dimiliki oleh perusahaan tersebut.

"Saya mendapat kabar petugas pengawas BLH Kota Medan akan dating paling lambat hari selasa, (30/09) ke Lokasi Industri Pembuatan es krim Fountain, begitu senangnya saya termasuk juga warga mendapat kabar tersebut dan tidak sia-sia keluhan kami ini akhirnya direspon juga oleh Pemko Medan meskipun terlebih dahulu harus dipublikasikan melalui mass Media, namun  setelah ditunggu-tunggu dan kabar dari teman-teman yang setiap hari mengamati operasional Fountain, belum ada kelihatan petugas dari BLH Medan, Satpol PP ataupun instansi pemerintah yang ada datang ke Perusahaan itu, sehingga menjadi tanda tanya besar bagi saya dan teman-teman," kesal Sihite.

Sihite juga menambahkan bahwa jarak antara rumah tempatnya tinggal hanya berbatasan satu dinding dengan perusahaan pembuat es krim Fountain dan keberadaan perusahaan itu sudah sangat meresahkan masyarakat, apalagi mesin pembuat es krim dan mesin pendingin milik perusahaan tersebut sangat mengganggu, belum lagi Limbah yang dibuang ke saluran pembuangan umum akan terasa baunya jika musim kemarau.
"Rumah tempat saya tinggal hanya berbatasan satu dinding dengan perusahaan Fountain, kami setiap hari harus mendengar suara bising yang dikeluarkan oleh mesin pendingin dan mesin lainnya milik perusahaan tersebut, terus limbahnya juga dibuang begitu saja ke saluran pembuangan umum" ungkapnya.

"Sebenarnya yang paling dirugikan dengan keberadaan Fountain adalah keluarga yang rumahnya berdekatan dengan Fountain, termasuk pak Sihite, apalagi selama ini pemilik Fountain tidak pernah melakukan sosialisasi kepada warga sekitar dan Kepada Pihak Kelurahan, namun setelah bertahun-tahun beroperasi Pemilik Fountain tersebut juga tidak pernah membuat tempat penampungan limbah sendiri sebelum Limbahnya dibuang dan dialiri ke saluran pembuangan umum, imbasnya kami merasakan dampaknya walaupun belum parah, namun kami yakin limbah yang selama ini telah dibuang sembarangan kesaluran pembuangan umum sudah tercemar," beber warga jalan Periuk yang turut kesal.

Sementara itu, Kepala Dinas BLH Kota Medan Ir. Arief Sudarto Trinugroho melalui Kabid Pengawasan yang sesuai informasi telah mengeluarkan surat tugas untuk melakukan pengecekan ke Fountain, melalui Staff Pengawas BLH, H.Gultom ngatakan bahwa kegiatan yang  dijadwalkan akan dilakukan pada hari Selasa, (30/9) tidak jadi karena dirinya sedang menemani orangtua berobat di rumah sakit, dan pihaknya akan ke lokasi industri pembuatan es krim Fountain, pada hari Kamis depan, (02/10).

"Saya yang akan turun langsung kelokasi pembuatan es krim Fountain, sebenarnya Selasa hari ini, sudah harus kesana namun karena semalam saya harus menemani orangtua saya yang sedang sakit kerumah sakit, sehingga kami menjadwalkan akan turun pada hari kamis, (02/10), dan itu sudah pasti" jelas Gultom.
produk kecantikan untuk pria wanita

Masih menurut Gultom bahwa surat penugasannya sudah dikeluarkan untuk melakukan pengecekan ke Lokasi Fountain terkait laporan masyarakat tentang Limbah yang diterima dari informasi Koran Harian Poskota beberapa waktu lalu, telah ditanggapi dan segera akan ditindak lanjuti.

"Surat penugasannya telah dikeluarkan dan ada pada kami, dan karena ada halangan kemarin sehingga saya terpaksa membatal untuk turun ke lokasi, kalau tidak ada halangan minggu depan kami turun kelokasi, jadi mohon kesabarannya," ujar Gultom.

Sementara beredar kabar dari warga sekitar, diduga akibat sering diberitakan oleh beberapa media, pemilik Industri pembuatan es krim Fountain dan ayam goreng ini telah mengalihkan pengolahan es krim dan ayam goreng ke daerah lain di kawasan Medan, sementara industri yang ada di jalan Priok hanya tinggal pembuatan Es krim.

iklan peninggi badan
Saat wartawan mencoba mengkonfirmasi kabar tersebut kepada Lurah Sei Putih Tengah, James Simanjutak, beberapa waktu lalu via handphone, James mengatakan belum mengetahui pengolahan Fountain dialihkan ke tempat lain.

"Saya belum ada mendengarnya bang, kata siapa pindah, belum ada pindah masih tetap disitu (jalan priok-red), abang lihat sajalah disana masih banyak jerigen minyak makan berjejer dihalaman Fountain itu, kalau membuat es krim untuk apa jerigen minyak makan ada banyak disana" jelas James. (irwan)
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️