Perusahaan teknologi asal Singapura, Trident Digital Tech Holdings Ltd. (“Trident”), baru-baru ini mendapat sorotan di Forum Bisnis Afrika-Singapura 2025, dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Keberlanjutan Singapura, Grace Fu, yang menyoroti sistem identitas digital DRC Pass sebagai contoh utama kolaborasi sukses antara Singapura dan Afrika.
Dalam pidato utamanya, Menteri Fu secara khusus mengakui kemitraan Trident dengan Republik Demokratik Kongo (DRC) dalam menerapkan sistem identifikasi digital nasional yang akan meningkatkan inklusi keuangan dan memperbaiki penyampaian layanan publik bagi lebih dari 110 juta warga DRC.
“Dalam ruang digital, perusahaan teknologi asal Singapura, Trident, bekerja sama dengan Republik Demokratik Kongo untuk meluncurkan sistem identitas digital nasional yang dikenal dengan nama DRC Pass,” kata Menteri Fu.
“Platform ini akan meningkatkan inklusi keuangan dan memperbaiki layanan publik bagi lebih dari 110 juta warga DRC. Ini adalah contoh yang baik tentang bagaimana perusahaan Singapura bekerja dengan mitra Afrika untuk mengurangi kesenjangan digital dan mempromosikan inklusi keuangan.” tambahnya.
Penghargaan ini diberikan dua bulan setelah Trident menandatangani perjanjian kemitraan publik-swasta yang definitif dengan Pemerintah DRC pada Juni 2025, yang secara resmi meluncurkan sistem identifikasi digital nasional negara tersebut dan menjadikan Trident sebagai penyedia eksklusif layanan e-KYC (electronic Know Your Customer).
Sistem DRC Pass ini merupakan salah satu penerapan identitas digital berbasis Web 3.0 yang paling ambisius di Afrika, dengan fokus pada empat aplikasi inti: registrasi kartu SIM berbasis biometrik dan blockchain untuk menghilangkan penipuan, akses single sign-on yang mulus ke portal pemerintah dan bisnis, enablement pembayaran digital satu klik untuk akses kredit instan, serta identitas digital terpusat bagi warga negara yang melengkapi ID fisik.
“Kami sangat bangga dengan kemitraan kami dengan pemerintah DRC dan menghargai pengakuan dari Menteri Fu,” kata Soon Huat Lim, Pendiri, Ketua, dan CEO Trident.
“Saat kami meluncurkan program ini secara nasional, kami yakin kerja sama yang signifikan ini antara Singapura dan Afrika akan membuka lebih banyak pintu bagi kedua negara.” jelasnya.
Sistem ini memanfaatkan platform identitas berbasis blockchain Tridentity, produk unggulan Trident, yang memungkinkan warga negara untuk mengunduh aplikasi mobile dan mendaftar DRC Pass mereka untuk mengakses aplikasi dan situs web yang sah dengan aman melalui teknologi single-sign-on yang canggih.
Pengakuan dari Menteri Fu ini menyoroti pentingnya kemitraan strategis antara Singapura dan Afrika dalam mendorong transformasi digital di benua tersebut. Ia mendorong para pelaku bisnis untuk “fleksibel, berani, dan siap memasuki pasar baru serta membantu membentuk cerita pertumbuhan Afrika, sekaligus memperluas jejak global Singapura.”
Menurut GSMA Intelligence, lebih dari 80 juta pelanggan seluler dan populasi yang terus berkembang yang memiliki akses perbankan di DRC akan langsung merasakan manfaat dari layanan e-KYC yang aman ini, menjadikan negara tersebut sebagai pemimpin inklusi keuangan digital di Afrika.
Tahapan penerapan DRC Pass sudah dimulai, disertai dengan kampanye pendidikan publik yang komprehensif untuk memastikan adopsi yang luas di seluruh pusat populasi yang beragam di negara tersebut.