Univeritas Negeri Medan (UNIMED) bekerjasama dengan Kelompok Fajar Surya Mandiri melaksanakan pelatihan pembuatan pupuk organik padat (POP) dan pupuk Organik cair (POC).
Kegiatan yang diberi tajuk "Pelatihan dan pendampingan pemanfaatan limbah kotoran ternak dalam pembuatan POP dan POC ini dilaksanakan di Aula MTs. Al- Mukhlisin Kabupaten Simalungun, Rabu (24/7/2019).
Ketua Program Halim Simatupang, M.Pd., mengatakan bahwa permasalahan pencemaran lingkungan yang dihasilkan oleh limbah kotoran ternak, serta mahalnya pupuk mempengaruhi pendapatan masyarakat. "Maka dari itu Kampus merasa terpanggil untuk menyelesaikan permasalahan dengan memberikan solusi yaitu pembuatan POP dan POC", ujarnya, didampingi Yeni Megalina, M.Si dan Salman, ST., MT.
Dijelaskannya, kegiatan ini akan dilaksanakan secara kontiniu mulai dari pelatihan, pembuatan, yang hasilnya nanti akan diuji di Laboratorium yang ada di Unimed. "Selain itu untuk mesin proses pembuatan pupuk ini akan kita berikan kepada Kelompok Koperasi agar hasilnya dapat lebih optimal. Bila hasilnya sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan layak jual, maka kita upayakan untuk dapat diedarkan di kalangan petani dengan harga yang bersahabat", papar aktivis pendamping masyarakat yang aktif di NGO internasional Usaid.
Pemateri lainnya, Ahmad Nasir Pulungan, mengungkapkan bahwa dengan menggunakan Pupuk Organik Cair ini akan memangkas biaya produksi dan biaya kebutuhan untuk akomodasi pupuk. "Dari 100 kg Pupuk kandang akan menghasilkan 60-70 liter pupuk organik cair dan setiap liternya dapat dicampur 100 liter air yang dapat langsung disemprotkan ke akar, batang dan daun pada tumbuhan palawija petani. Pupuk cair tersebut dapat langsung diserap oleh tanaman baik pada daun dan akarnya sehingga hal ini dapat menaikan produksi tanaman secara Optimal", jelas kandidat Doktor Kimia tersebut.
Menganggapi hal tersebut, Ketua Koperasi Fajar Surya Mandiri Simalungun, mengungkapkan terima kasih kepada pihak Unimed yang mau memberikan Ilmunya secara langsung kepada kelompok masyarakat, sehingga permasalahan- permasalahan yang selama ini terjadi di masyarakat dapat terselesaikan.
"Selama ini kotoran ternak menjadi limbah dan mengganggu masyarakat. Dengan dibuat pupuk seperti seperti ini pasti masyarakat juga akan berduyun-duyun untuk ikut mengelola karena selama ini untuk mendapatkan POC masyarakat harus membeli Rp100-200 ribu setiap liternya, dimana dengan potensi ternak yang kita miliki, saya optimis puluhan liter akan dapat kita produksi", pungkas tokoh pergerakan masyarakat Simalungun tersebut.
Tampak hadir dalam kegiatan ini antara lain, Ketua Koperasi Fajar Surya Mandiri Budianto, ST, Ketua Kelompok peternak Sukses Mandiri, Irwan Fauzi,Tim Ahli Pusat Studi Pendampingan Rakyat (Puspera) Deo D Panggabean, M.Pd, Kepala Laboratorium Fisika Universitas Negeri Medan Mukti Hamjah, M.Si, Praktisi dan Dosen Jurusan Kimia Unimed Ahmad Nasir Pulungan, M.Sc dan anggota kelompok koperasi dan peternak serta masyarakat.
Editor: Bungaran Saragih
Tag: