Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, dengan latar belakang karikatur.
Salah satu pendukung pasangan Masinton Pasaribu - Mahmud Efendi (MAMA) pada Pilkada Tapanuli Tengah (Tapteng) 2024, menyuarakan optimisme sekaligus saran penting terkait proses seleksi calon Direktur Perumda Mual Nauli yang tengah berlangsung.
Zija percaya bahwa Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu, akan menunjukkan integritasnya sebagai mantan tokoh hukum nasional dengan memilih pimpinan BUMD yang bersih, profesional, dan bebas dari intervensi pihak mana pun.
Menurutnya, pengalaman panjang Masinton di Komisi III DPR RI yang membidangi Hukum, HAM, dan Keamanan, menjadi standar pengawasan tingkat daerah, terutama dalam tata kelola pemerintahan yang tegak lurus pada aturan.
"Pak Masinton ini orang hukum, mantan anggota Komisi III DPR RI yang sudah kenyang pengalaman mengawasi penegakan hukum di level nasional. Jadi, kami masyarakat sangat percaya beliau tidak akan berkompromi dalam memilih Direktur Perumda Mual Nauli. Jangan sampai ada salah pilih terhadap figur yang memiliki rekam jejak bermasalah atau negatif," ujar Zija di Sarudik, Rabu (4/3/2026).
Dirinya mengingatkan Pemerintah Kabupaten Tapteng untuk tetap patuh pada koridor Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
"Regulasi ini secara tegas mengatur syarat mutlak mengenai integritas calon direksi BUMD yaitu Perumda Mual Nauli," ujarnya kepada Wartawan.
Ia menekankan bahwa calon direktur BUMD wajib memenuhi kriteria yang sangat ketat, termasuk tidak pernah dinyatakan bersalah melalui putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.
Selain itu, lanjut Zija calon tersebut harus memiliki rekam jejak yang tidak tercela dalam mengelola keuangan negara maupun daerah.
"Aturan PP 54 Tahun 2017 itu sudah sangat jelas. Sebagai mantan politisi pusat yang ikut merumuskan dan memahami undang-undang, pak Masinton pasti mengerti bahwa menunjuk orang yang pernah dihukum atau memiliki catatan hukum buruk adalah pelanggaran serius terhadap semangat reformasi birokrasi," tegasnya.
Zija berharap proses seleksi ini menghasilkan sosok Direktur yang mampu memberikan solusi nyata bagi distribusi air bersih di Tapanuli Tengah, bukan figur yang justru berpotensi membebani daerah dengan persoalan hukum di kemudian hari.
"Kami masyarakat menunggu bukti nyata dari kepemimpinan bapak Masinton Pasaribu dan bapak Mahmud Efendi. Dimulai dari pemilihan Direktur Perumda yang bersih, kita tunjukkan bahwa Tapteng benar-benar Naik Kelas dan menjunjung tinggi supremasi hukum," ungkap Zija.