Warga Jalan H Anif, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, mengaku resah dengan beroperasinya kembali sebuah gudang penimbunan bahan bakar minyak (BBM) ilegal yang diduga milik seseorang bernama Anto.
Gudang tersebut sebelumnya sempat digeruduk warga di kawasan Siombak. Namun kini diketahui kembali beroperasi setelah berpindah lokasi ke Jalan H Anif.
Sebelumnya, pada Rabu (9/7/2025), warga menghadang sebuah truk yang mengangkut BBM jenis solar dan pertalite di Jalan Pasar Nippon, Siombak, Kecamatan Medan Marelan. Aksi itu dilakukan karena aktivitas pengangkutan BBM ilegal dinilai sangat membahayakan keselamatan masyarakat apabila terjadi kebakaran.
Meski sempat berhenti, pemilik gudang diduga kembali menjalankan bisnis ilegal tersebut demi meraup keuntungan, tanpa memikirkan dampak keselamatan bagi warga di sekitar lokasi.
Menurut keterangan warga, gudang solar ilegal tersebut telah beroperasi sekitar dua minggu terakhir. Modus operasinya sama seperti sebelumnya, yakni BBM diangkut menggunakan truk, lalu dipindahkan ke dalam *baby tank* sebelum dijual kepada para pengusaha.
Warga juga menyebut pernah melihat mobil tangki bertuliskan **PT Willy** masuk ke dalam gudang tersebut. Saat kendaraan itu hendak keluar, warga Jalan H Anif sempat menghentikannya sebagai bentuk protes atas aktivitas pengangkutan BBM ilegal.
“Takut juga kami, karena gudang solar ini dekat dengan rumah warga. Sudah banyak kejadian gudang BBM terbakar dan apinya merambat ke rumah penduduk. Kami berharap aparat penegak hukum segera bertindak,” ujar Rudi, salah seorang warga, Rabu (7/1/2026).
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta instansi terkait, termasuk Badan Intelijen Strategis (BAIS), agar segera turun tangan dan menindak tegas pihak yang diduga sebagai pemilik gudang.
Warga menilai aktivitas penimbunan dan distribusi BBM ilegal tersebut telah melanggar Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, serta berpotensi merugikan negara dan mengancam keselamatan masyarakat.
Mereka berharap kepolisian segera melakukan penyelidikan dan menghentikan seluruh aktivitas di dalam gudang tersebut, serta menangkap mafia BBM yang terlibat.