Pemerintah Kota (Pemko) Binjai melalui Dinas Sosial (Dinsos) telah menemui keluarga Rasdy Fauzi (39) warga Jalan Nenas, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, yang meninggal dunia di negara Kamboja.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Sosial Kota Binjai, Triono Julimawardi saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (9/5).
"Dinas sosial mengambil langkah langsung menemui pihak keluarga bersama dengan Disnaker Perindag untuk menyampaikan bela sungkawa," ujar Triono.
Diakui Triono, pihaknya juga sudah menyampaikan kepada keluarga Rasdy, bahwa saat ini Dinas Sosial Kota Binjai tidak mempunyai anggaran dalam pemulangan jenazah sebagaimana yang diharapkan keluarga.
"Namun jika nanti pemulangan itu difasilitasi oleh KBRI, maka Dinsos siap untuk melakukan penjemputan di Bandara Kualanamu, tentunya bersama sama dengan dinas lain yang terkait," jelas Triono Julimawardi seraya mengatakan bahwa untuk biaya pemulangan almarhum, Dinas Sosial Kota Binjai tidak ada anggaran.
Sebelumnya, istri korban yang bernama Kiki Tresia akhirnya sedikit bernapas lega. Sebab Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) telah menindaklanjuti atas wafatnya suaminya di kos-kosan yang berada di Poipet, Kamboja.
Namun Kiki menjelaskan saat ini keluarga mengalami kendala terkait biaya pemulangan yang ditaksir hingga ratusan juta rupiah.
"Hari ini pihak KBRI ada menghubungi saya. Mereka sempat menanyakan biaya untuk mengurus kepulangan jenazah suami saya dari Kamboja," ujar Kiki, Rabu (6/5) sore.
Dijelaskan Kiki, ia meminta waktu ke KBRI untuk melakukan musyawarah keluarga terkait biaya pemulangan jenazah.
"Saya bilang, biar kami rembukkan dulu dengan keluarga. Kita tau untuk biaya bawa pulang jenazah suami saya tidak kecil, butuh uang yang banyak," tutur Kiki, seraya mengatakan, dengan kehidupan dirinya seperti saat ini, ia tidak sanggup menanggung biayanya.
Meski demikian, Kiki berharap kepada pemerintah dan orang-orang baik di Republik Indonesia, agar dapat membantu kepulangan jenazah suaminya.
"Sampai detik ini saya dan keluarga sangat menginginkan jasad suami saya bisa dibawa pulang ke tanah air," ujar Kiki.
Diketahui, karena tuntutan ekonomi, Rasdy Fauzi (39) warga Jalan Nenas, Gang Nenas I, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Binjai Barat, harus berangkat ke Kamboja untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.
Namun setelah berjalan sekitar satu tahun tiga bulan, tepatnya pada Minggu (3/5) Rasdy meninggal dunia di kos-kosannya yang berada di Poipet, Kamboja.
Kepergian Rasdy membuat istrinya Kiki Tresia (30) kian terpukul. Pasalnya, tahun lalu anak pertama hasil pernikahannya pada tahun 2019 silam, juga meninggal dunia.
Hal ini diungkapkan oleh Kiki saat diwawancarai wartawan dirumah duka di Jalan Nenas.