Disela sela Reses yang saat ini sedang dilakukan di Daerah Pemilihan (Dapil)nya, politisi senior dari Partai Golkar, Dr. H. Ahmad Doli Kurnia Tanjung, S.Si, M.T, menyempatkan diri untuk bertemu Ardiansyah Putra (26) warga Jalan Teuku Umar, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, yang sebelumnya tidak bisa kembali ke Indonesia karena mendekam di Penjara Phnom Penh, Kamboja.
Selain Ardiansyah Putra, dalam pertemuan yang digelar di Marhaba Cafe, Jalan T. Imam Bonjol, Kelurahan Tanjung Timur, Kecamatan Binjai Selatan, Sabtu (9/5) tampak juga hadir orangtua Ardiansyah, beserta Abang dan kakaknya.
"Alhamdulilah, hari ini kami dapat bersilaturahmi dengan Ardiansyah dan keluarganya sembari syukuran karena dia sudah kembali ke kampung halamannya dan berkumpul bersama keluarga," ucap Doli.
Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) ini juga mengaku bersyukur karena Ardiansyah dalam keadaan sehat sepulangnya dari Kamboja.
"Sebelumnya kita bersama politisi Partai Golkar seperti Ketua DPRD Binjai Hj. Tini, Anggota DPRD Sumut Pak Cok A'ang dan pengurus partai seperti Pak Uda, berkunjung kerumah Ardiansyah yang sebelumya ditahan, untuk mencari solusi agar dia bisa kembali. Dan Alhamdulillah, tapi kami bertemu dan dalam keadaan sehat," tuturnya.
Saat disinggung adanya salah seorang warga Binjai yang saat ini meninggal dunia di Kamboja dan jasadnya belum bisa dipulangkan karena terkendala dana, Ahmad Doli Kurnia Tanjung yang saat ini juga sebagai anggota DPR RI, mengaku kaget karena baru mengetahui kabar tersebut.
"Saya baru tau kabar ini yang sekarang. Namun sebagai anggota DPR RI, tidak semuanya bisa segera kita bantu. Begitu pun sebagai Wakil Rakyat, kami berusaha semaksimal mungkin untuk membantunya karena hal ini juga menjadi tanggung jawab kita," tegasnya.
"Tadi ada juga saya dengar dari rekan media ada beberapa warga Binjai yang saat ini berada di penampungan yang ada di Phnom Penh. Mereka diamankan karena tidak memiliki Visa. Tentunya kita prihatin. Untuk itu kami akan berusaha membantunya," ujar Ahmad Doli Kurnia Tanjung, seraya meminta data datanya yang lebih lengkap agar bisa dibantu.
Pria berkacamata yang saat ini juga dipercaya oleh DPP Partai Golkar menjabat sebagai Korbid Pemenangan Pemilu Wilayah Sumatera ini juga menyoroti polemik yang terjadi akhir akhir ini terjadi di Kota Binjai, yaitu penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) yang akan direlokasi namun ditolak oleh para pedagang.
"Pedagang Kaki Lima juga warga negara Indonesia. Namun terkait penertiban seperti ini memang hampir terjadi di setiap daerah. Para pedagang itu berjualan itu menghidupi keluarganya. Sedangkan tugas kita sebagai pemerintah untuk mengayomi masyarakat," bebernya.
Jika penertiban itu tujuannya untuk keindahan, keamanan dan estetika Kota, sambung Ahmad Doli, tidak serta merta Pemerintah melakukan penertiban tanpa ada solusinya.
"Harus kita carikan solusinya, lakukan komunikasi dengan baik. Intinya Pemerintah Kota dalam hal ini Pak Walikota, tidak bisa lepas tanggung jawab. Masyarakat berhak untuk hidup layak dengan pekerjaan dan kemampuan mereka. Kalau sekarang mereka hanya mampu sebagai pedagang, ya harus kita Ayomi. Sediakan lokasinya yang lebih layak agar mereka mampu menghidupi keluarganya," demikian tutup Ahmad Doli Kurnia Tanjung.
Turut hadir dalam pertemuan itu, Ketua DPRD Binjai Hj. Kristina Gusuartini br. Surbakti, anggota DPRD Sumut HM. Yusuf, anggota DPRD Langkat dan Binjai, pengurus Partai Golkar Sumut H. Zainuddin Purba SH, serta beberapa kader Partai Golkar lainnya. (*)