Ahmad Dhairoby warga penggagas aksi mancing ini mengatakan, keberadaan puluhan lobang di badan jalan tersebut kerap tergenang air ketika datangnya musim hujan dalam rentang waktu lama sehingga mengancam keselamatan warga pengguna jalan.
Menurut dia, sudah banyak warga yang menjadi korban akibat terperosok ke lobang tergenang air yang dalamnya hampir mencapai 30. cm itu. Ironisnya, pemerintah kota Tanjungbalai terkesan tutup mata dengan kondisi satu-satunya jalan protokol menuju kantor Camat Sei Tualang Raso, Kantor Lurah Sei Raja, Kampus Politeknik dan sejumlah sekolah tingkat SMP dan SMA/SMK di daerah setempat.
"Kami sengaja melakukan aksi mancing serta menjala sebagai bentuk protes dan kekesalan terhadap Pemkot yang terkesan tidak peduli terhadap kondisi jalan dengab kerusakan cukup parah," katanya di Tanjungbalai.
Dhairoby melanjutkan, walaupun jalan itu berstatus sebagai jalan provinsi dan menjadi tanggung jawab pemerintah provinsi Sumatera Utara, namun pemerintah daerah tidak bisa melepaskan tanggung jawab terhadap persoalan jalan rusak itu karena menyangkut keselamatan warga.
Kondisi jalan mirip kolam dan kubangan itu juga sangat merusak wajah kota sehingga menjadi kumuh. Padahal sama diketahui bahwa Kota Tanjungbalai merupakan daerah yang setiap tahunnya meraih Piala Adipura dari Kementerian Lingkungan Hidup RI.
Sebagai Kota peraih Adipura, sepatutnya Pemkot Tanjungbalai memperhatikan kondisi jalan rusak itu karena menjadi salah satu infrastruktur penunjang perekonomian daerah dan warga berhak mendapat pelayanan publik termasuk perbaikan infrastruktur jalan.
Karena itu masyarakat meminta kepada provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kota Tanjung Balai agar memperbaiki jalan tersebut. "Kami di sekitar sini serba salah, musim hujan ya begitu la jalannya becek, berlumpur dan bertambah dalam lubangnya. Musim panas, debu setiap detik jam, bahkan berhari hari. Tolong lah pak walikota bangun jalan kami," kata masyarakat pada UTAMANEWS yang hendak menunaikan sholat.
"Kami sudah muak menengok jalan ini yang tak pernah diperbaiki kembali. Apalagi semua orang mengetahui baru-baru ini Wali Kota mendapat penghargaan atas keberhasilan pembangunan infrastruktur, padahal jika melihat banyaknya jalan rusak, penghargaan itu dinilai bertolak belakang dengan keadaan sebenarnya. Sebagai warga, saya menilai seharusnya beliau (Wali Kota) malu menerima penghargaan tersebut, sebab kondisi sebenarnya masih banyak infrastruktur jalan berlubang mirip kolam atau kubangan," kata Dhairoby.