Melalui Exhibition pameran seni rupa, karya pangan dan lainnya, yang diiniasi oleh pusat pengembangan anak siantar - simalungun, diharapkan dapat menjadi rumah yang kondusif bagi anak-anak untuk bermain, belajar dan berkreasi, serta dapat menjadi wadah edukasi dan apresiasi seni rupa dan pangan yang tidak hanya memberikan pengalaman estetik, namun juga memunculkan inspirasi dan inovasi, menggugah daya imajinasi, serta mengembangkan potensi dan kreatifitas.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematang Siantar dr Susanti Dewayani SpA dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Plt Kepala Dinas pendidikan Rudolf Barmen Manurung, M.Pd saat menghadiri Exhibition pameran seni rupa, karya pangan dan lainnya, yang digelar oleh Pusat Pengembangan Anak Siantar-Simalungun, Jumat Sore (8/12/2023) di Halaman Parkir Pariwisata, Jalan Merdeka.
Lebih lanjut Plt Kepala Dinas pendidikan Rudol Barmen Manurung, M.Pd menyampaikan sambutan tertulis ibu Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA mengatakan, pameran ini termasuk upaya menghasilkan generasi masa depan yang cerdas dan berkarakter demi keberlanjutan dan keberlangsungan bangsa. Dalam kondisi yang lebih spesifik, kota pematang siantar dan simalungun merupakan suatu entitas daerah yang didiami berbagai macam etnik.
Keberagaman etnik tersebut menjadikan kota pematang siantar dan simalungun memiliki nilai budaya lokal yang sangat luhur dan tak ternilai harganya. Akan tetapi, kearifan nilai budaya lokal tersebut mulai perlahan tergeser oleh transformasi dan peradaban sosial, sehingga bukan tidak mungkin akan mengalami kepunahan jika tidak sejak dini dilakukan “revitalisasi” terhadap nilai tradisi yang ada, ucap Wali Kota melalui Plt Kepala Dinas pendidikan Rudol Barmen Manurung, M.Pd.
Maka dari itu, Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA melalui Plt Kepala Dinas pendidikan mengatakan harapan kami kepada generasi muda, khususnya anak-anak kami dari pusat pengembangan anak siantar-simalungun, untuk dapat menjadi pelopor dan pionir dalam menggali, mengenali dan memahami nilai-nilai seni dan budaya sesuai dengan kearifan lokal yang ada.
Generasi muda memiliki kedudukan dan peranan penting dalam pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut didasari oleh asumsi bahwa generasi muda merupakan anak bangsa yang akan menjadi penerus kelangsungan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, kelak di kemudian hari.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA juga mengajak pusat pengembangan anak siantar-simalungun dengan membuka ruang selebar-lebarnya untuk bekerjasama, berkolaborasi, dan bersinergi dengan pemerintah kota pematang siantar, demi menggali potensi-potensi yang dapat kita berdayakan bersama, agar masyarakat kota pematang siantar dan simalungun dapat berperan serta menjadi pionir dalam melestarikan seni dan budaya, sekaligus turut mewujudkan kota pematang siantar yang sehat, sejahtera, dan berkualitas, demi pematang siantar bangkit dan maju, terang Rudol Barmen Manurung, M.Pd seraya menyampaikan kami semua juga siap sedia dalam mendukung program-program pusat pengembangan anak siantar-simalungun demi mewujudkan alunan keharmonisan di tengah masyarakat.
Semoga acara ini sebuah exhibition, pameran ini menjadi sarana edukasi yang dapat memberikan pemahaman menyeluruh tentang dunia seni dan pangan, sekaligus menjadi wadah untuk mengekspresikan karya para pegiat seni rupa dan pangan yang ada di kota pematang siantar dan simalungun, dan menjadi sebuah antologi karya seni dan pangan yang dirangkai dari imajinasi para seniman dan wirausaha muda, anak-anak dari pusat pengembangan anak siantar-simalungun, sebagai sebuah refleksi dari kreatifitas yang tak terbatas generasi muda saat ini, jelas Plt Kepala Dinas pendidikan Rudol Barmen Manurung, M.Pd menutup sambutan tertulis ibu Wali Kota dr Susanti Dewayani SpA.
Selain itu Rudol Barmen Manurung, M.Pd menambahkan, bahwa dirinya sangat terkesimah melihat penampilan teater yang dibawakan anak anak dengan seragam SD, karena menurutnya apa yang telah ditampilkan tadi itulah yang sering terjadi dan kita dapatkan kepada anak anak, seperti kekerasan bagi anak, tindakan Bullying dan lain sebagainya, jadi kegiatan ini sangat kami apreisasi.
Sebelumnya ketua panitia melaporkan, bahwa Pusat Pengembangan Anak ini atau yang disingkat dengan PPA berada di dalam naungan gereja-gereja, PPA Siantar Simalungun ada 8 yang terdiri dari 4 PPA di Kota Pematang Siantar dan 4 PPA di Kabupaten Simalungun, namun dari 8 hanya 6 PPA yang hadir dikarenakan anak-anak didik masih proses ujian di sekolah formal jadi hanya 6 PPA yang hadir.
Lanjut beliau menjelaskan, kegiatan PPA di setiap gereja mitra yang ada di Siantar Simalungun ada 4 area pengembangan kami yang pertama itu adalah area pengembangan secara fisik memperhatikan tumbuh kembang anak bagaimana mereka bisa bertumbuh sesuai dengan usia yang terjadi yang mereka ikuti yang kedua adalah area pengembangan intelektual atau kognitif anak di sini ada berbagai macam program yang dilakukan setiap gereja mitra sesuai dengan SDM yang ada sesuai dengan minat bakat anak.
Ketiga dari Sosio emosional melatih mental dan kemampuan anak untuk mampu berinteraksi untuk mampu tampil tentunya di hadapan audience dan yang keempat adapun programnya itu spiritual penguatan iman anak-anak supaya mereka berpegang teguh kepercayaan kepada Tuhan Yesus Kristus, kehadiran PPA tentunya untuk menolong anak lepas dari kemiskinan, ucapnya seraya mengatakan bahwa kegiatan bersama ini baru perdana dimana kami berembuk dengan teman-teman staf PPA lain bagaimana kita bisa melakukan sebuah acara dan kami ambil satu kesimpulan bertemakan Perlindungan Anak mengingat memang rentannya terjadi kekerasan di dalam diri anak itu sebabnya kita ambil tema melindungi dan mengasihi anak-anak dan topik supaya kami dari PPA dapat bermitra dengan pemerintahan Kota Pematang Siantar maupun kabupaten dengan mengundang juga dari Kepolisian dan TNI.