Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Dedi Tunasto Setiawan SH MH membuka kegiatan festival literasi di kota pematangsiantar tahun 2025, yang dilaksanakan mulai tanggal 25 sampai dengan 27 November Tahun 2025 bertempat di jalan merdeka, lapangan parkir pariwisata, Senin (25/11/2025).
Tampak hadir Perwakilan Bank Indonesia Kota Pematangsiantar, Perwakilan Bank Sumut Cabang Pematangsiantar, Perwakilan Kajari Siantar Sondang Elfrida, Perwakilan Pengadilan Negeri Siantar Elixsander Saragih, Narasumber Desni Maharani Saragih, Pegiat Literasi Jalatua Hasugian dan Prof Dr Hisarma Saragih MHum, Para Siswa/i Pemenang Lomba, serta seluruh jajaran Dinas Arsip dan Perpustakaan Siantar.
Pada kesempatan tersebut, Kadisarpus Cristina Risfani Sidauruk dan Kadisarpus Sumut Desni Maharani Saragih kepara para penanya saat seminar pemaparan dilakukan.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Dedi Tunasto Setiawan SH MH menyampaikan bahwa acara festival literasi dengan tema ‘meningkatkan budaya literasi di era digital dan meningkatkan ahlak’.
“Saya ucapkan selamat datang di acara festival literasi, hari ini. Acara ini adalah proses akhir dari rangkaian kegiatan-kegiatan yang sudah dilakukan oleh dinas arsip dan perpustakaan kota pematangsiantar mulai dari; kegiatan membaca nyaring, bimbingan teknis bagi pengelola perpustakaan, lomba bertutur, lomba video konten literasi, lomba perpustakaan kelurahan terbaik, lomba pidato tk, sd dan smp, lomba duta baca tk, smu dan perguruan tinggi, serta diakhir acara kita akan lakukan gerak jalan santai, hari, kamis tgl 27 november 2025.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Dedi Tunasto Setiawan SH MH mengatakan bahwa festival literasi yang dilaksanakan hari ini bukan sekadar ajang perayaan, tetapi menjadi wadah belajar, ruang berbagi gagasan, dan momentum kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Melalui dialog literasi, dan kegiatan edukatif, kita menguatkan komitmen bersama untuk menumbuhkan literasi yang merata, dari sekolah hingga perguruan tinggi, dari kota hingga kelurahan. Saya mengajak seluruh pihak—kelurahan, sekolah, guru, pustakawan, komunitas, dan masyarakat—untuk mengambil bagian aktif dalam meningkatkan budaya literasi di era digital dan meningkatkan ahlak.
Ia menjelaskan bahwa era digital merupakan suatu masa dimana manusia hidup berdampingan dengan perkembangan teknologi digital yang menjadi kamajuan peradaban bagi manusia itu sendiri.
“Mengingat pada jaringan internet, siapapun dapat dengan leluasa memberikan informasi yang diinginkan oleh publisher atau seseorang yang menjadi penyebar dari sebuah informasi.
Kegiatan lomba-lomba ini adalah langkah penting dalam membangun budaya membaca dan menulis di kalangan generasi muda, mengedepankan literasi melalui media buku cetak adalah untuk meminimalisir disinformasi serta dampak negatif lainnya yang ditimbulkan jika terlalu banyak berinteraksi dengan perangkat gawai/gadget,” ucapnya.
Ia juga berharap para pemenang dapat menjadi inspirasi bagi teman-teman mereka untuk lebih aktif dalam dunia literasi.
Sebelumnya, Kadis Arpus Cristina Risfani Sidauruk dalam laporannya menjelaskan bahwa maksud dari kegiatan festival literasi ini adalah untuk mempromosikan dan meningkatkan kesadaran peserta tentang minat baca dan literasi, kreativitas, membangun karakter dan rasa percaya diri serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah, sekolah, individu dan
“Adapun tujuan kegiatan festival literasi ini adalah meningkatkan minat baca dan menulis di kalangan masyarakat serta kemampuan berliterasi.
Diketahui bahwa peserta festival literasi adalah pelajar dari tingkat sd sampai dengan perguruan tinggi, taman bacaan masyarakat (tbm), perpustakaan kelurahan, dan masyarakat yang berjumlah 600 (enam ratus) orang peserta.