Sabtu, 24 Agu 2019 15:03
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Ustadz Zulfan Nababan: Ulama hendaknya jadi air di tanah kering dan penyejuk di suasana panas

Ustadz Zulfan Nababan: Ulama hendaknya jadi air di tanah kering dan penyejuk di suasana panas

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Rabu, 22 Mei 2019 09:12
Istimewa
Ustadz Zulfan Nababan
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an Ummahatul Mukminim, Batang Kuis- Deli Serdang, Ustad Zulfan Effendy Nababan menanggapi respon negatif terhadap pengumuman hasil perolehan suara rekapitulasi suara Pilpres 2019.

Ia mengatakan bahwa 'people power' lebih banyak mudharatnya sehingga tidak semua ulama setuju dengan adanya gerakan people power karena ajaran agama juga mengajarkan bagaimana menghilangkan mudharat.

"Tidak semua ulama setuju dengan adanya people power, apalagi diikuti oleh nafsu yang begitu menggebu-gebu. Seharusnya kita duduk bersama karena dalam agama juga ada musyawarah. People power lebih banyak mudharatnya, padahal ajaran agama juga mengajarkan  bagaimana menghilangkan mudharat dan membuang penghalang dan duri sekecil apapun", tuturnya di Medan, Selasa (21/5/2019).

"Semoga menjelang tanggal 22 Mei ini, dengan kuasa Allah SWT semua akan baik-baik saja. Mari kita berdoa bersama-sama untuk para pemimpin, baik dari 01 dan 02 dan juga masing-masing pendukungnya agar lebih memberikan kesejukan," ujar Ustad Zulfan Nababan.


Dikatakannya, sebagai warga Indonesia sebangsa dan setanah air dan bersaudara, pastinya semua ingin kebaikan, ketenangan, aman dan nyaman. "Tak akan ada warga negara ini, khususnya warga Sumut yang menginginkan ketidak-baikan, bahkan orang jahat sekalipun masih mengharapkan suasana baik. Oleh karenanya harus tetap dijaga. Dengan izin kuasa Tuhan yang Maha Kuasa semoga Republik Indonesia tetap kondusif", tambahnya.

"Bahkan orang di luar negeri sana merasa cemburu dengan Indonesia yang aman, damai penuh kekeluargaan serta mempunyai alam yang indah, dan kekayaan alam yang berlimpah serta memiliki tanah yang subur. Mereka mengatakan Indonesia sebagai miniaturnya surga di dunia. Untuk itu mari lah kita jaga bersama-sama sebagai putra putri bangsa keadaan yang aman, tentram dengan penuh kekeluargaan yang didasari kasih sayang ini", ajaknya.


Tidak lupa Ustadz Zulfan berpesan agar di bulan Rahmadhan yang penuh berkah ini, semua umat mampu menahan nafsu dan memperbanyak silaturahmi karena Nabi Muhammad SAW juga tidak suka perang.

"Maka kita berharap kepada Ulama, hendaknya dapat menjadi air di tanah yang kering, kalau bukan ulama yang memberikan kesejukan lalu siapa lagi?" ungkapnya.

"Perbedaan pendapat atau jika merasa kecolongan hendaklah menggunakan jalur yang sudah disediakan dengan melaporkannya ke Bawaslu dan MK. Jangan disebar ke sana-sini sehingga dapat menimbulkan fitnah, apalagi sampai saling mencaci. Semua persoalan dapat diselesaikan, dengan cara duduk bersama dan bermusyawarah seperti ajaran Nabi yang disampaikan kepada umatnya," pungkas Ustadz Zulfan.
Editor: Budi

T#g:Nababanulama
Berita Terkait
  • Rabu, 11 Sep 2019 03:11

    Pancasila sudah final dan tidak dapat ditawar

    Banyaknya opini bergulir mengenai penerapan Pancasila yang terkadang dinilai tidak sesuai dengan pandangan Islam, agaknya dinilai bagi sebagian orang merupakan masalah besar dan sangat prinsipil. Namu

  • Senin, 12 Agu 2019 19:22

    Abdon Nababan: Lepaskan Tano Batak dari Konsesi PT TPL

    Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) kembali menyerukan agar segera dilepaskannya wilayah adat dari klaim hutan Negara dan konsesi PT Toba Pulf Lestari (TPL) yang selama ini telah menguasai hutan-

  • Sabtu, 17 Agu 2019 03:17

    Mari Ramai-Ramai Menolak NKRI Bersyariah

    Ijtima' Ulama 4 dalam salah satu keputusannya seakan menuntut terwujudnya konsep NKRI Bersyariah. Hal tersebut tentu juga bisa saja menimbulkan kontroversi dan melakukan penentangan atas keputusa

  • Minggu, 11 Agu 2019 11:11

    Ulama Angkat Bicara, Kapolres Pelabuhan Belawan Harus Pro Aktif Atasi Judi

    Segala bentuk maksiat dan perjudian merusak moral masyarakat.

  • Kamis, 01 Agu 2019 15:01

    Bernuansa Politis, Ijtima Ulama 4 Tidak Perlu Digubris

    Hiruk pikuk Pilpres telah menjadi catatan sejarah baru bagi dunia politik di Indonesia. Para awak media seakan tak ingin melewatkan segenap aksi para politikus dan simpatisan Capres dalam bermanuver.

  • Sabtu, 20 Jul 2019 14:20

    Jurus Sia-Sia Ijtima Ulama 4 Pasca Pertemuan Jokowi-Prabowo

    Persaudaraan Alumni (PA) 212 berencana menggelar ijtima Ulama keempat untuk menentukan sikap setelah Capres yang diusungnya Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden 2 Periode Joko Widodo. "Acara terse

  • Sabtu, 15 Jun 2019 08:45

    Plt Bupati Labuhanbatu Bangga Nanda Al- Azmi Hasibuan Mengikuti STQN di Pontianak Kalimantan Barat

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu Bapak H.Andi Suhaimi Dalimunthe, S.T,.M.T., hadiri undangan Gubernur Sumatera Utara Bapak Edy Rahmayadi, acara pelepasan kafilah duta Sumatera Utara pada Selek

  • Senin, 13 Mei 2019 15:53

    DPD Al-Ittidahiyah Medan: Siapa pun presiden, rakyat harus bersatu

    DPD Al-Ittidahiyah Kota Medan menyatakan "Siapa pun presiden yang memimpin negara, rakyat Indonesia tetap harus bersatu."

  • Sabtu, 11 Mei 2019 23:11

    Ustad Abdil Muhadir Ritonga : Walau Tak Sesuai Rencana, Pemenang Pemilu Adalah Harapan Kita

    Walau hasil tidak seperti yang direncanakan tetapi presiden pilihan rakyat yang telah ditentukan, adalah harapan kita.

  • Kamis, 09 Mei 2019 23:09

    Presiden Tegaskan Pemerataan Infrastruktur Harus Tumbuhkan Ekonomi Daerah

    Indonesia berpeluang besar menjadi lima besar negara dengan ekonomi terkuat dunia, bahkan bisa menjadi empat besar ekonomi terkuat dunia pada tahun 2045. Namun untuk mewujudkan hal tersebut bukanlah s

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak