Seorang Ulama yang juga tokoh masyarakat Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Ustadz Tamlih Nasution yang biasa disapa Buya Tamlih, menyapa awak media. Dalam perbincangan ringan terkait jamaah yang dipimpin nya yang berada diberbagai daerah terlebih di Kab. Sergai. Rabu, (24/9) siang di Sekber FKOI (Forum Kerjasama Ormas Islam) Kab. Sergai di Jalan Medan - Tebing Tinggi, Kec. Sei Rampah Kab. Sergai.
Di sela-sela perbincangan dengan awak media, Buya Tamlih mendapatkan kabar dari berbagai pemberitaan di platform media online perkembangan kasus pasien BPJS-KIS yang ditangani pihak medis RSUD Sultan Sulaiman, dimana dalam pemberitaan dan juga aksi unjuk rasa di kantor Bupati beberapa hari yang lalu atas adanya pasien (warga) BPJS-KIS meninggal dunia.
Buya angkat bicara dan tegas menyampaikan kepada awak media, dengan adanya dugaan kelalaian dalam penanganan pasien BPJS yang tengah viral di media online. Dugaan kelalaian tersebut mencuat setelah dua kasus berbeda terjadi di RSUD Sultan Sulaiman, yang mengakibatkan hilangnya nyawa pasien.
”Kita selama ini berharap RSUD Sultan Sulaiman benar-benar menjalankan visi kemanusiaan di Kabupaten Sergai. Pemerintah daerah harus bertanggung jawab atas semua kasus kematian yang terjadi,” ujar Buya kepada awak media.
Dua Kasus Kematian Pasien BPJS-KIS di RSUD Sultan Sulaiman
Kasus pertama menimpa Tonggoria Tambun (31), pasien BPJS-KIS yang tengah mengandung dan proses persalinan bedah cesar namun berujung tragis setelah bayi yang dikandungnya meninggal dunia. Kasus kedua menimpa Imelda Sabatini Sihombing (18), pasien BPJS yang didiagnosa menderita usus buntu (wasir), dalam 15 hari menjalani perawatan di RSUD Sultan Sulaiman, Imelda akhirnya meninggal dunia.
Menanggapi peristiwa ini, Buya menyatakan rasa terkejut dan sangat prihatin. Ia menekankan bahwa rumah sakit daerah seharusnya menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan memberikan pelayanan medis terbaik bagi masyarakat.
Buya juga mendesak seluruh pihak terkait, termasuk pemerintah daerah dan stakeholder bidang kesehatan, untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh. Menurutnya, evaluasi tersebut penting demi mencegah terulangnya kasus serupa dan meningkatkan kualitas pelayanan medis di Sergai.
“Ini bukan hanya tanggung jawab moral, tapi juga tanggung jawab umum pemerintah dan seluruh stakeholder. Harus ada langkah konkret untuk memperbaiki sistem pelayanan kesehatan agar benar-benar memprioritaskan nyawa dan keselamatan pasien dan RSUD Sultan Sulaiman harus bertanggung jawab secara moral dan hukum yang berlaku,”tegas nya.