Dalam rangka menyambut bulan suci ramadhan 1446 H/2025 M, tim gabungan yang terdiri dari Polres Binjai, Kodim 0203/Langkat, Satpol PP, BNNK dan Sundenpom 1/5-2, menggelar razia di hotel dan kos kosan yang berada di Kecamatan Binjai Kota dan Binjai Selatan, baru baru ini.
Dalam razia tersebut, tim gabungan berhasil mengamankan belasan orang yang positif menkomsumsi narkoba dari dua lokasi yang berbeda.
Apresiasi pun diberikan oleh tim gabungan yang melakukan razia tersebut. Namun warga juga berharap agar kegiatan serupa terus dilakukan, apalagi saat bulan suci ramadhan.
Salah seorang yang ikut menyoroti razia tersebut adalah Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah. Sebagai salah seorang tokoh agama Sumatera Utara, ia berharap agar tim gabungan terus melakukan razia penyakit masyarakat (pekat) di wilayah hukum Polres Binjai. Sebab disinyalir masih sangat banyak lokasi yang dijadikan tempat maksiat.
"Sebab kami mensinyalir masih ada tempat atau hotel hotel yang dijadikan tempat untuk berbuat mesum, termasuk juga diskotik serta kafe kafe tuak yang banyak meresahkan warga," ungkap Sanni, Jumat (28/2).
Selain untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat, terkhusus umat Islam dalam menjalankan ibadah di bulan suci ramadhan, Sanni juga berharap dengan datangnya bulan ramadhan dapat dijadikan momentum untuk menjadikan Kota Binjai bersih kotanya, berbudaya dan religius.
"Jadi bukan hanya slogan saja kalau Binjai ini bersih , berbudaya dan religius, namun kenyataannya malah bertolak belakang," bebernya.
Sanni juga mengatakan, beberapa waktu yang lalu marak dilakukan penggerebekan sekaligus pembakaran barak barak narkoba. Bahkan menurutnya, tampak TNI dan Polri bersemangat dan terus berburu barak barak narkoba hingga dilakukan pembakaran dan pemusnahan.
Hal itu pun diakui Sanni, membuat para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat mendukung sekaligus memberikan apresiasi atas kegiatan tersebut.
"Namun sekarang ini setelah lewat hampir 1 bulan lamanya, malah tidak terdengar lagi razia atau penggerebekan barak barak narkoba di Sumatera Utara. Padahal ini yang ditunggu tunggu oleh banyak masyarakat. Entah kapan lagi akan dilakukan. Apa memang hanya waktu itu aja," demikian tutup Sanni Abdul Fattah.