Di tengah ancaman wabah Covid-19 di dunia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, khususnya Dinas Perhubungan malah lebih mementingkan pembangunan room (kamar) khusus untuk VIP (orang penting) di areal Kualanamu Internasional Airport (KNIA) Kabupaten Deli Serdang.
Padahal diketahui selama bencana corona ini situasi bandara pada umumnya samasekali sepi dari arus masuk dan keluarnya para penumpang pesawat.
Pembangunan room atau kamar bertaraf VIP itu dilakukan Dinas Perhubungan Sumatera Utara katanya disebabkan sudah adanya perencanaan di awal dan telah dianggarkan terlebih dahulu, dimana hal itu dilakukan sebelum mewabahnya penyebaran Covid 19 ini. Dana yang disiapkan untuk proyek tersebut mencapai Rp17 miliar.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara, Abdul Haris Lubis (foto) mengatakan itu kepada awak media di Medan, Rabu 21 April 2020. "Pembangunan room VIP di kawasan Bandara KNIA, itu tetap dijalankan, itu sudah diprogramkan, itu sudah dianggarkan. Itu semua tergantung dengan kebutuhan," kata Abdul Haris.
Menurut Haris, dana untuk penanganan Covid-19 di Sumatera Utara masih disusun, tim yang telah dihunjuk akan menyusun seberapa besar anggaran yang akan direfocusing ataupun realokasi untuk penanganan virus corona ini. Sedangkan pembangunan Room VIP sudah terprogram.
"Iya, itu sudah diprogramkan, untuk Covid 19 diambil dari dana atau dilakukan refocusing sesuai dengan kebutuhannya, itu akan dilihat oleh tim, sedangkan program pembangunan room ini sudah berjalan sejak awal, bahkan sudah dilelangkan. Akan tetapi, kalaupun misalnya dibutuhkan dana tambahan untuk penanganan Covid 19 dan jika semua anggaran dialihkan untuk penanganan covid ini, akan kita laksanakan. Sampai saat ini tim sedang melakukan perhitungan refocusing itu," ungkap Haris.
Pengakuan Haris, tim nantinya akan terus menghitung seberapa besar uang dan dari mana saja akan dilakukan refocusing. Sampai saat ini, itu masih terus dilakukan. Biaya yang dikucurkan untuk proyek pembangunan room VIP di KNIA sebesar Rp 17 miliar, lelangnya sedang berjalan. Walau refocusing masih dijalankan namun Dinas Perhubungan Sumut akan mengikuti keputusan tim, pekerjaan proyek ini akan dimulai, jika uangnya sudah tersedia, dalam waktu dekat, mungkin akan dilakukan.
Sementara Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Alwi Silalahi berkomentar pedas terkait dengan adanya proyek senilai Rp 17 miliar yang akan dilakukan oleh Dinas Perhubungan.
"Untuk saat ini harusnya Dinas Perhubungan melihat, sejauh mana urgensi pembangunan room VIP itu. Sampai saat ini, pemerintah pusat sedang fokus penanganan dampak Covid 19 ini, mereka juga membantu masyarakat yang terdampak virus ini di Sumatera Utara. Seharusnya optimisme pemerintah pusat itu harus dibarengi dengan sikap pemerintah provinsi," kata Alwi.
Menurut Alwi, lebih baik Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Utara menunda proyek pembangunan room VIP yang akan menelan biaya Rp 17 miliar itu. Lebih baik dana itu dialihkan kepada kegiatan yang lain.
Alwi juga mempertanyakan tentang apa urgensinya pembangunan room VIP yang notabene hanya untuk menyenangkan kalangan orang penting itu.
"Sudah sepatutnya kegiatan itu ditunda dan dipindahkan untuk membantu masyarakat miskin dan terdampak dari Covid 19 ini. Apalagi sesuai protokoler, pemerintah tak bosan-bosannya melarang masyarakat untuk keluar rumah, bahkan ada juga yang di-PHK dari pekerjaan. Seharusnya, itulah yang diutamakan, bukan membangun room VIP. Kita minta Gubernur agar mempertimbangkan kembali pembangunannya room VIP itu," tegasnya.