Tewasnya Arjuna Tamaraya (21) mahasiswa yang dianiaya di Masjid Agung Sibolga, kini menjadi perhatian banyak pihak.
Berbagai kalangan menyesalkan kejadian tersebut. Terlebih, lokasi penganiayaan terjadi di tempat yang semestinya dapat membawa ketenangan dan ketentraman dalam kehidupan.
Terkait peristiwa tersebut, Ketua Badan Kemakmuran Masjid (BKM) Masjid Agung Kota Binjai, HM Yusuf, Selasa (4/11), mengakui, bahwa pihaknya selalu memberikan pelayanan kepada umat yang datang untuk beribadah.
Dirinya juga menegaskan, tidur atau istirahat di area Masjid Agung Binjai tidak menjadi persoalan sepanjang mengikuti aturan yang ditetapkan.
"Misalnya masuk waktu sholat, ya tidak boleh tidur. Artinya harus bangun untuk sama-sama melaksanakan sholat," ucapnya.
Usai melaksanakan sholat, ucap pria yang akrab disapa Cok A'ang ini, silahkan bagi siapa saja yang ingin istirahat di Masjid Agung.
"Kita sifatnya pelayanan. Lokasi Masjid Agung luas, silahkan istirahat. Memang ada baiknya istirahat di bagian teras. Sehingga orang yang ingin ibadah bisa lebih khusuk beribadah," ujarnya.
Disoal adanya pendatang yang ingin sholat subuh tetapi belum masuk waktunya dan memilih istirahat di Masjid Agung, pria yang juga dipercaya sebagai legislator Sumut tersebut menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjadi masalah.
"Ketika akan masuk waktu subuh sekitar 10-15 menit, Masjid Agung sudah dibuka dan dihidupkan bacaan ayat-ayat Al-Quran. Nah, ketika ada pendatang, ya silahkan istirahat sambil menunggu waktu sholat," bebernya.
"Jika waktu sholat masih lama, pendatang silahkan melapor ke pengurus masjid. Siapa pun itu, jika datang untuk ibadah pasti kita layani. Dengan melapor, kita bisa berikan pelayanan. Karena pada dasarnya masjid dibangun menggunakan uang umat," tegasnya.
Tidur di masjid, lanjut HM Yusuf, memang sering terjadi, terlebih lagi di Masjid Agung saat bulan Ramadhan.
"Banyak jamaah tidur di sana. Apalagi tidur orang yang berpuasa juga ibadah. Jadi ya silahkan sepanjang tidak menganggu jamaah lain," tuturnya.
Sebagai Ketua BKM Masjid Agung Binjai, ia juga mengaku prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Masjid Agung Sibolga.
"Tentunya kami berharap kedepannya di Masjid Agung Kota Binjai dan masjid mana pun tidak terjadi hal serupa," demikian harap HM. Yusuf.