SPBU Poriaha Diduga 'Bermain' BBM Bersubsidi Dini Hari
Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang EF Lubis
Jumat, 07 Okt 2022 16:57
utamanews/Bambang EF Lubis
Tangkapan layar video, terlihat truk berwarna kuning dan beberapa drum yang diduga sebagai alat transaksi ilegal di SPBU Poriaha, pada dini hari.
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Poriaha, Jalan Sibolga - Barus, Desa Tapian Nauli II, Kecamatan Tapian Nauli, Kabupaten Tapanuli (Tapteng), diduga bermain Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Solar pada dini hari, atau sekitar Pukul 03:00 Wib.
Informasi dugaan penyelewengan minyak jenis Solar subsidi tersebut, diperoleh dari warga sekitar, Marga Hutagalung.
Menurutnya, pihak SPBU PT. Satya Regulus Wicaksana, kuat diduga kerap melakukan transaksi minyak subsidi kepada mafia BBM, dengan cara mengisi jerigen-jerigen dan beberapa Drum plastik isi 200 liter, yang sebelumnya telah dipersiapkan oleh pelaku ilegal dengan menggunakan angkutan mobil Dump Truk.
Hutagalung mengatakan, dugaan manipulasi ini menyebabkan stok minyak jenis Solar kerap kali habis, walau baru beberapa menit mobil tangki PT Pertamina melakukan bongkar muatan.
"Alasan mereka selalu habis pak, padahal kita tahu, minyak solarnya baru saja masuk, tapi saat mengisi katanya sudah habis," sebut Hutagalung saat ditemui wartawan di kediamannya.
Karena rasa penasaran, warga mencoba memantau SPBU Nomor 16.226.012 dan mencari tahu. Saat diselidiki, kecurigaan warga setempat akhirnya terjawab.
"Setelah kita cari tahu, ternyata pada dini hari mobil truk masuk ke SPBU dan di dalam truk itu sudah disiapkan puluhan jerigen dan drum plastik. Mulai pada pukul 03:00 wib dini hari hingga pukul 05:00 wib pagi, dilakukan pengisian solar subsidi ke tempat yang sudah dipersiapkan bos mafia BBM Solar subsidi," katanya, Jumat (7/9/2022).
Selain dugaan permainan minyak solar subsidi. Ternyata, ditenggarai pengusaha dan pihak SPBU mencari keuntungan besar dari minyak Pertalite dengan cara mengisi puluhan jerigen milik oknum mafia BBM bersubsidi, dan dibawa menggunakan mobil L 300 dan mobil pribadi.
"Selain pencurian BBM bersubsidi yang dilakukan oleh pemilik SPBU-nya sendiri, bahwa saat ini pihak SPBU juga mengisi minyak Pertalite ke puluhan jerigen milik para agen BBM dan dibawa dengan menggunakan mobil L 300 dan mobil pribadi," ungkap Hutagalung merinci penjelasannya.
Saat dikonfirmasi, R. Simamora yang mengaku sebagai manager baru di SPBU Poriaha itu, mengatakan, sejak Oktober 2022, mereka telah manajemen baru. Namun terkait dugaan tersebut, ia menyampaikan bahwa kelakuan manajemen sebelumnya, dia tidak mengetahui hal itu.
"Seharusnya si Galung itunya ditanya, atau diadukan sekalian ke Polres biar ditangkap. Kalau sekarang Lae, gak ada dilakukan yang kayak gitu lagi. Terimakasihlah udah memberi tahu. ('Kutipan bahasa Batak yang diterjemahkan ke bahasa Indonesia')," tulis Simamora membalas pesan konfirmasi wartawan.