SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak pemimpin masa depan, dengan merekrut 20 siswa-siswi terbaik bangsa, melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB), Jalur Talent Scouting.
Inisiatif selektif ini merupakan langkah strategis untuk menjaring bibit unggul dengan potensi luar biasa, demikian disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, Deden Rachmawan kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (15/11/2025).
Dengan bangga, ia menjelaskan bahwa 20 peserta didik yang terpilih ini akan menerima beasiswa penuh dari Yayasan Matauli, mencakup seluruh biaya pendidikan dan fasilitas asrama eksklusif. Lebih dari itu, para siswa akan diakselerasi dalam program bergengsi International Baccalaureate (IB), sebuah kualifikasi pendidikan yang diakui secara resmi dan prestisius di kancah global.
“Mereka diproyeksikan untuk meraih International Baccalaureate Diploma Programme (IBDP-red). Ini adalah investasi total dari yayasan. Gratis asrama, gratis semua fasilitas selama 3 tahun setelah resmi menjadi keluarga besar SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan,” kata Deden.
Menurut Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, IBDP bukan sekadar kurikulum, melainkan langkah visioner Sekolah kebanggaan Kabupaten Tapanuli Tengah untuk mempersiapkan peserta didik secara paripurna, agar mampu melanjutkan studi ke perguruan tinggi terbaik di dunia, dan bersaing langsung dengan para pelajar elite internasional.
Lanjutnya, proses seleksi talent scouting ini menarik animo yang sangat tinggi, terbukti dari total 578 peserta didik yang berpartisipasi. Dan seleksi ketat itu terbagi di empat Panitia Lokal (Panlok), dengan rincian peserta 429 orang di SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, 40 orang di SMP Negeri 1 Pinangsori, 42 orang di SMP Negeri 1 Sorkam, dan 67 orang di SMP Swasta Muhammadiyah 28 Barus.
“Secara geografis, Tapteng mendominasi dengan 481 peserta, sementara 97 peserta berasal dari Kota Sibolga,” terangnya.
Dua puluh peserta dengan skor tertinggi dipastikan langsung menerima beasiswa penuh dan sementara 40 peserta terbaik berikutnya akan mendapatkan Golden Ticket yaitu jaminan diterima di Matauli.
“Peserta peraih Golden Ticket sudah terjamin diterima di Matauli. Namun, untuk penentuan klasifikasi kelas unggulan (A, B, atau C), mereka masih perlu mengikuti seleksi jalur reguler berikutnya,” ungkap Deden.
Sambung Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus Matauli Pandan, untuk menjunjung tinggi transparansi, ia memastikan bahwa orang tua dapat menyaksikan live skor hasil ujian secara langsung. Fitur ini memungkinkan pemantauan nilai jawaban siswa secara nyata atau real-time.
Tahap final seleksi akan dilangsungkan pada Minggu depan dan dilanjutkan dengan serangkaian kegiatan olimpiade prestisius sesuai dengan bidang pilihan masing-masing siswa.
"Bidang yang ditawarkan tergantung minat dan bakat siswa, mulai dari Bahasa Inggris, Matematika, IPA, hingga bidang Sains lainnya. Artinya, mereka yang meraih skor standar tertinggi akan diundang ke Matauli untuk berkompetisi dalam babak olimpiade,” tutur Deden Rachmawan menyampaikan bahwa hanya talenta teruji yang akan berkesempatan menjadi bagian dari sekolah unggulan tersebut.