Sejak adanya aksi pematokan lahan di Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam oleh BP Batam akhirnya warga Rempang berujung bentrok dengan personil gabungan TNI-AL, Polri, dan Satpol PP, pada Kamis (7/9/2023) kemarin.
Terkait peristiwa yang terjadi terhadap warga Pulau Rempang, hal ini akan mengundang perhatian publik, lebih-lebih lagi 14 Aliansi yang berada di Batu Bara ikut merespon dan bahkan melakukan aksi demonstrasi di depan Kantor DPRD Batu Bara, pada Rabu (13/9/2023) semalam.
Diantara 14 aliansi tersebut, yakni PB TM Gemkara Batu Bara, APDESU, DPD LLMBK, Majelis MBMBB, Front FPI, DPP GMBB, PB. IPMBB, SEMII, dan Komunitas Da'i Melayu Sumut dan para Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat ikut berduyun-duyun menyampaikan beragam tuntutan.
Meminta kepada Presiden, DPR RI, Kapolri, TNI, mendesak untuk menghentikan segala tindakan-tindakan penanganan represif pihak-pihak aparat kepolisian dan tentara dalam menangani aksi unjuk rasa masyarakat Rempang.
Begitu juga, lepaskan semua tokoh-tokoh yang ditangkap pihak kepolisian. Padahal mereka adalah pribumi yang hanya mempertahankan tanah leluhurnya, teriak Adam dengan suara lantang, seraya disambut dengan yel-yel "Takkan Melayu Hilang di Bumi" seru para aksi demontrasi semalam Rabu (13/9/2023) di depan Kantor DPRD Batu Bara.
Menurut Ketua PD Alwashliyah Kabupaten Batu Bara H. Al Asari, S.Ag, M.SI, atas pergerakan yang dilakukan terhadap saudara-saudara dari 14 elemen yang melakukan aksi demonstrasi soal bela Rempang tersebut, dia sangat mendukung.
Dan bahkan tema yang diangkat soal "Usik Rempang, Panglima LMBB, MABMI Batu Bara Dinilai Bungkam, Adam : Bubarkan Saja", dia (Al Asari) pun sangat sepakat pada tema tersebut, tulinya singkat di WhatsApp Group Berita News Batu Bara.
Sementara menyikapi terkait aksi demontrasi yang dilakukan dari 14 aliansi di depan DPRD Batu Bara semalam soal Rempang bergejolak, warga Rempang terusik, Utamanews.com coba mengonfirmasi Ketua Majelis Adat Melayu Indonesia (MABMI) lewat WhatsAppnya 0821 6662 3290 belum ada jawaban.
Namun sayangnya, sampai berita ini dilayangkan ke Redaksi, dia belum juga memberikan tanggapan. Hal ini Patut diduga Ketua MABMI tersebut harus memilih bungkam soal aksi demonstrasi terkait peristiwa yang dialami warga Rempang.