Penyalahgunaan narkoba merupakan masalah sosial besar yang mempengaruhi individu dan keluarga. Di Sumatera Utara, IPWL Bukit Doa Rumahku di Pancur Batu, Deli Serdang, menjadi lembaga rehabilitasi yang tidak hanya mengandalkan pendekatan medis dan psikologis, tetapi juga spiritual dan kekeluargaan.
Dalam proses ini, relawan berperan penting sebagai pendamping yang memberikan dukungan moral, emosional, dan sosial kepada residen.
IPWL Bukit Doa menangani berbagai kasus penyalahgunaan narkoba, termasuk special case dan dual diagnosis case, yang memerlukan pendekatan komprehensif dan kolaborasi antara tenaga medis, psikolog, dan relawan.
Relawan di lembaga ini bukan hanya pendamping, tetapi juga sahabat pemulihan yang mendampingi residen dalam kegiatan sehari-hari, konseling informal, ibadah, serta berbagi pengalaman hidup.
Relawan berasal dari berbagai latar belakang dan harus memiliki empati, kemampuan komunikasi yang baik, serta kesiapan emosional. Kehadiran mereka menciptakan suasana yang lebih mendukung, membantu para residen merasa dihargai dan tidak sendirian dalam perjalanan pemulihan.
Selain memberikan dampak positif bagi residen, keterlibatan relawan juga memperkaya pengalaman pribadi mereka dan menumbuhkan kepedulian sosial.
Dengan pendekatan inklusif ini, IPWL Bukit Doa Rumahku membuktikan bahwa setiap individu layak mendapatkan kesempatan untuk pulih dan hidup lebih baik.