Presiden RI Prabowo Subianto, berkesempatan untuk menyambangi para pengungsi banjir di Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sabtu (13/12).
Kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini ternyata sudah ditunggu tunggu oleh banyak warga, khususnya masyarakat Desa Pekubuan.
Pantauan awak media, Prabowo bersama rombongan tampak mengunjungi para pengungsi banjir yang berada di Sekolah Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Langkat di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura.
Disepanjang jalan menuju lokasi pengungsian, ratusan masyarakat juga tampak sudah berdiri di pinggir jalan dikawal ketat oleh personil kepolisian dan TNI. Tak berapa lama, tampak Prabowo berdiri dari dalam mobil sembari menyapa masyarakat yang menunggunya.
Begitu tiba di MAN 1 Langkat, Prabowo pun menyalami satu persatu masyarakat yang menunggu di luar pagar. Namun momen didalam pengungsian tidak dapat diabadikan karena keterbatasan jumlah media yang berada di dalam pengungsian.
Pun begitu, dalam kunjungannya tersebut tampak Prabowo didampingi sejumlah pejabat, diantaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Mendagri Tito Karnavian, Mensesneg Prasetyo Hadi, Menlu Sugiyono, Menteri PUPR Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo, Seskab Letkol Inf Tedy Indra Wijaya, Gubernur Sumut Boby Nasution, dan Bupati Langkat Syah Afandin.
Kunjungan Prabowo ke pengungsian di MAN 1 Langkat tidak lama. Hanya sekitar 30 menit. Selanjutnya Prabowo beserta rombongan keluar dari lokasi dan melanjutkan kunjungan lainnya.
Sementara itu, salah seorang warga Dusun VIII, Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura yang mengaku bernama Rohadi, berharap agar Prabowo Subianto memperhatikan desa mereka.
Apalagi diakui Rohadi, Desa Pekubuan setiap tahun selalu menjadi langgaran banjir.
"Harapan kami ke Bapak Presiden agar Desa Pekubuan ini diperhatikan dan dibenahi. Hampir setiap tahun kami menderita banjir," ucap Rohadi.
"Pertama yaitu masalah pintu air yang tidak memadai. Air yang masuk dan keluar tidak seberapa. Kemudian sungainya juga sudah dangkal," sambungnya.
Meski begitu, Rohadi tak sempat bertegur sapa dengan Presiden Indonesia.
"Untuk Kecamamatan Tanjung Pura sampai saat ini masih dibilang parah banjirnya. Bahkan di Desa Pekubuan masih ada daerah yang parah tergenang banjir, masih belum ditempati dan masyarakatnya masih bertahan di pengungsian," tutur Rohadi.
Sebagai warga, Rohadi juga menegaskan bahwa masyarakat sudah muak dengan janji janji Pemerintah daerah untuk mengatasi banjir.
"Kalau janji mau diperbaiki sudah muak dengarnya. hanya janji janji saja. Di Desa Pekubuan ini banjirnya mencapai 2 meter. Apalagi banjir tahun ini sudah terjadi selama 20 hari. Tapi lihatlah, Kondisi tinggi debit air saat ini masih selutut orang dewasa. Bahkan warna air sudah menghitam dan berbau busuk," ujar Rohadi.
Tidak hanya itu, masyarakat di Desa Pekubuan juga sudah banyak yang mengalami sakit, seperti gatal gatal dan demam.
"Ada juga bidan bidan yang masuk memberikan perawatan dan obat-obatan. Sementara ini bantuan banyak dari luar, kalau dari pemerintah, kami belum merasakan," demikian tutup Rohadi.