Ratusan orang pedagang pasar impres di Jalan Teri, Kel Badak Bejuang, Kec Tebingtinggi Kota, Tebingtinggi menolak direlokasi ke lokasi Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL).
Hal itu terjadi karena kepala dinas (Kadis) Perdagangan Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung dianggap melanggar janji (kesepakatan).
Pernyataan itu disampaikan langsung oleh , salah seorang pedagang Bumbu Pasar Inpres kepada UtamaNews Minggu (19/10) di sekitar Pasar Impres.
“Kami menolak relokasi, Maribun ingkar janji, karena kesepakatan awal pembangunan akan dilakukan secara bertahap, bukan langsung semua,” kata salah satu pedagang
“Waktu kami adakan pertemukan dengan Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung di sebuah coffee shop Kota Tebingtinggi, di sana Marimbun mengatakan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap,” terangnya.
“Kemarin pas pertemuan disampaikannya yang awal akan dibangun adalah lokasi pedagang ayam, jadi kami pindah ke dalam pasar impres, dan kami setujui hal tersebut. Tapi secara tiba-tiba sekarang dikatakannya akan dibangun semuanya bukan bertahap, ya tentulah kami pedagang menolak hal tersebut,” tegas salah satu pedagang
Diakui, tanpa aba-aba tiba-tiba dibangun lapak untuk pedagang direlokasi. “Mana mau kami, relokasinya tempat penampungan taik pulak itu macam betul aja,” ungkapnya.
“Kami tidak menolak pembangunan, hanya saja tepati kesepakatan yang telah disepakati, jangan hanya bicara soal waktu yang tidak memungkinkan jika dibangun secara bertahap, tapi pikirkan jugalah kami yang cari makan ini,” ucapnya.
Diakhir Meli mengatakan pihaknya tidak mau bicara yang lain-lain lagi, tepati saja janji maka pedagang akan ikhlas Pasar Inpres ini dibangun.
“Selain Marimbun, Pak Wali juga pernah menyampaikan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap bukan langsung, jadi tepatilah janji, kalau tidak kami tidak akan mau direlokasi,” tutupnya.
Sementara itu, Kadis Perdagangan Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung mengatakan bahwa pedagang akan direlokasi ke dalam lokasi IPAL karena tidak ada lahan lagi.
“Saya berharap para pedagang mau direlokasi di IPAL, karena kita tidak punya lahan lagi, dan waktu sudah sangat sempit untuk dilaksanakannya rehabilitasi Pasar Impres,” kata Marimbun Marpaung.
Ketika disinggung mengenai kesepakatan pembangunan Pasar Impres secara bertahap, Marimbun mengatakan betul pernah mengatakan bahwa pembangunan akan dilakukan secara bertahap tapi hanya saja waktu tidak memungkinkan.
“Benar saya pernah mengatakan hal itu, tetapi mengingat waktu yang tinggal 2 bulan lagi maka kami tidak akan melaksanakannya secara bertahap, melainkan akan langsung semua,” jelas Marimbun.