Kamis, 30 Apr 2026

Nasib Ratusan Nakes RSUD Aek Kanopan, Diperas dan Diancam Jika Tak Bayar Upeti untuk Lolos PPPK

Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: New Kamis, 20 Nov 2025 17:14
RSUD Aek Kanopan
 Istimewa

RSUD Aek Kanopan

Ratusan tenaga kesehatan yang berstatus honorer di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aek Kanopan, Kabupaten Labuhanbatu Utara diduga diperas agar lolos menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Para tenaga kesehatan ini diduga dikutip Rp 5-7 per orang oleh sekelompok oknum pejabat yang berdinas di RSUD Aek Kanopan. Tidak hanya itu, dugaan pemerasan ini juga melibatkan Direktur RSUD Aek Kanopan Juri Freza.

Di mana hal ini dibuktikan dari dugaan bukti transfer uang ke rekening pribadi Juri Freza. Menurut seorang sumber yang bekerja di RSUD Aek Kanopan, uang hasil dugaan pemerasan tenaga kesehatan itu ditransferkan oleh seorang tenaga honorer berinisial JAP.

Tenaga honorer yang mentransfer uang tersebut diduga kuat adalah orang kepercayaan Juri Freza.
"Kami dikutip Rp 5-7 juta per orang agar lolos menjadi PPPK. Pengutipan ini melibatkan sejumlah pejabat dan honorer yang merupakan orang kepercayaan direktur RSUD Aek Kanopan," kata sumber. 

Total 194 tenaga kesehatan di RSUD Aek Kanopan diduga diwajibkan membayar uang untuk lolos menjadi PPPK.

"Kami ada 194 tenaga kesehatan yang diperas untuk wajib membayar kalau mau lolos menjadi PPPK. Jika tidak membayar, kami juga diancam bahkan sampai tega mau memecat, padahal honorer di RSUD Aek Kanopan sudah ada yang 15 tahun bekerja," ungkap dia.

Sejumlah pejabat yang diduga terlibat dalam dugaan ini, kata sumber Kepala Bidang Pelayanan Medik Rifan Eka Putra Nasution, Kasi Perawatan HF, Kasi Pengembangan RSUD Aek Kanopan NSH.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Oknum-oknum ini yang memanggil kami dan mengumpulkan kami untuk melakukan pengutipan uang agar lolos menjadi PPPK Paruh Waktu. Kami merasakan ini adalah pemerasan yang sangat merugikan, padahal program PPPK gratis dan tidak ada membebankan para honorer," ucap dia.

Sumber juga mengatakan, pada satu ketika saat mengikuti apel pagi, Direktur RSUD Aek Kanopan Juri Freza mengancam seluruh tenaga honorer untuk mengikuti aturan yang sudah diberlakukan, termasuk setoran untuk lolos menjadi PPPK.

"Saat upacara di halaman rumah sakit juga Juri Freza mengancam kami, kalau gak mau bayar silahkan angkat kaki dan dia (Juri) akan memecat dan memindahkan kami ke pelosok daerah," ungkapnya.

iklan peninggi badan
Ratusan tenaga kesehatan ini berharap Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara turun tangan untuk menangkap para oknum pejabat yang diduga melakukan pemerasan. 

"Kami minta kepada Kejaksaan untuk menangkap oknum-oknum yang terlibat dalam pemerasan ini," jelasnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Aek Kanopan Juri Freza saat dikonfirmasi enggan memberikan tanggapannya terkait dengan dugaan pemerasan ini.

Berulang kali awak media melayangkan pesan singkat melalui Aplikasi WhatsApp, Juri Freza tak merespon.
Diamnya Juri Freza ini diduga membenarkan terjadinya pemerasan terhadap ratusan tenaga honorer di rumah sakit tersebut.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️