Mengenal Solu Parduadua di Perayaan Kemerdekaan di Simalungun
SIMALUNGUN (utamanews.com)
Oleh: Tony Desmon
Selasa, 15 Agu 2017 20:25
Dok
Perayaan HUT kemerdekaan RI ke-72 di pantai bebas Parapat, Simalungun
Beragam perlombaan di perayaan hari kemerdekaan dihadirkan di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Namun, ada yang unik dalam perlombaan tersebut yakni kehadiran Solu Parduadua.
Solu Parduadua merupakan sampan yang menjadi ciri khas ketika datang ke Sumatera Utara. Kehadiran sampan ini bisa dikatakan sangat jarang dilihat akibat perkembangan jaman. Oleh karenanya di perayaan kemerdekaan Indonesia ke-72 di Kabupaten Simalungun Solu Parduadua dihadirkan.
"Solu Parduadua berasal dari bahasa Sumatera Utara, di mana Solu berarti sampan sedangkan Parduadua berarti dua orang yang mengemudikan sampan," ucap Bupati Simalungun JR Saragih di Pantai Bebas, Parapat, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (15/8/2017).
Diakuinya, Solu Parduadua merupakan perahu tradisional yang sudah ada sejak lama. Biasanya, perahu ini kerap digunakan masyarakat dalam mencari ikan di sekitaran perairan Danau Toba.
"Solu Parduadua biasanya dibuat dari kayu Jior atau Ilung dengan panjang 6 hingga 8 meter. Perahu sampan ini dibuat dari kayu utuh tanpa ada paku sebagai penahannya," paparnya lagi.
Orang nomor satu di Kabupaten Simalungun ini menambahkan proses pembuatan perahu sampan ini bisa ditemui di seluruh pesisiran Danau Toba di Kabupaten Simalungun.
"Selain perkembangan jaman, proses pembuatan kapal ini juga cukup memakan waktu yang lama. Selain itu, biaya yang dibutuhkan cukup besar," tambahnya lagi.
Di sisi lain, Ketua Pelaksana Kemerdekaan Indonesia Marolop Silalahi menambahkan dengan menghadirkan Solu Parduadua maka akan mengingatkan sejarah kehadiran Indonesia kepada generasi muda.
"Solu Parduadua merupakan kekayaan budaya Indonesia yang sudah ada sejak lama, dengan menghadirkan sampan tersebut maka generasi muda akan semakin ingat perjuangan Indonesia di masa lampau," tambahnya.
Sedangkan, para peserta Solu Parduadua mengaku sangat rindu dengan kehadiran Solu Parduadua yang dihadirkan Pemerintahan Kabupaten Simalungun di perayaan kemerdekaan Indonesia ke-72.
"Solu Parduadua sudah jarang ditemui, maka dengan diadakannya lomba sampan tersebut kian mengingatkan kita perihal keberadaan Solu Parduadua yang perlahan mulai menghilang," tutup salah satu peserta Solu Parduadua Budi Sitanggang.