Dibakarnya barak barak narkoba yang ada di pinggiran Kota Binjai, tepatnya di Dusun Banrejo, Desa Kwala Mencirim, oleh Orang Tidak Dikenal (OTK) diapresiasi oleh berbagai pihak dan masyarakat.
Tidak hanya itu, OTK juga merusak dan membakar Tempat Hiburan Malam/Diskotik yang ada di Desa Namurube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.
Salah seorang yang terkejut sekaligus memberikan apresiasi kepada OTK dengan membakar lokasi maksiat itu adalah Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah. Menurutnya, hal itu sudah tepat karena saat ini umat muslim khususnya sedang khusyuk beribadah di Bulan Suci Ramadhan.
"Kami sangat terkejut dengan beredarnya kabar bahwa barak barak narkoba dan satu diskotik dibakar oleh OTK kemarin malam. Begitupun kami juga bersyukur karena lokasi maksiat itu dibakar pada bulan suci Ramadhan," ungkap Sanni Abdul Fattah, Senin (11/4).
Sepanjang yang kami ketahui, sambung Sanni, tidak hanya pihaknya yang memberikan apresiasi, namun banyak juga masyarakat yang sangat senang dan bahkan banyak yang mengapresiasi apa yg dilakukan oleh para OTK tersebut.
"Karena tempat seperti itu sudah sangat meresahkan bahkan bisa dibilang sangat sangat membahayakan. Mengapa saya bilang sangat sangat meresahkan, karena nyatanya sampai saat ini barak barak dan diskotik itu masih tetap nekat beroperasi juga di Bulan Ramadhan ini," tegasnya.
Pria yang juga dipercaya sebagai Ketua Satgas Anti Narkoba (SAN) Kota Binjai ini juga berharap agar kedepannya bermunculan OTK lainnya yang membakar dan menghancurkan barak barak narkoba yang juga sudah menjamur di Kota Binjai serta di pinggiran Kota Binjai.
"Apapun itu alasan dan motifnya, tapi apa yang dilakukan oleh OTK OTK itu sedikit banyak telah membuat warga masyarakat merasa senang karena barak barak narkoba dan tempat yang merusak generasi muda itu di bumihanguskan," beber Sanni.
Sebagai Ketua GNPF Ulama Kota Binjai, Sanni Abdul Fattah beserta rekan rekannya terus berdoa agar di Bulan Suci Ramadhan ini semua lokasi yang berbau maksiat, khususnya di Kota Binjai dan sekitarnya, dapat dibumihanguskan.
"Kami tentunya selalu berdoa semoga Allah yang Maha Kuat segera menghancurkan tempat tempat laknat itu, khususnya yg ada di Kota Binjai dan sekitarnya dengan cara yg dikehendaki olehNYA .. Aamiin," demikian kata Sanni Abdul Fattah.
Diketahui, dua lokasi tempat hiburan malam (THM) sebelumnya dirusak dan dibakar. Kejadian tersebut terjadi diwaktu yang hampir bersamaan. Pelakunya disebut sebut sekelompok Orang Tidak Dikenal (OTK). Mereka mengendarai Sepeda Motor dan Mobil serta membawa kelewang (parang panjang) dan mengenakan tutup kepala (Sebo).
Menurut informasi yang diterima, massa yang berjumlah sekitar 100 orang lebih, pertama kali masuk ke lokasi Champion. Disini OTK membakar barak barak narkoba.
Adapun lokasi kedua yang diserang dan dihancurkan serta dibakar yakni Cafe Duku Indah (CDI) yang ada di Desa Namurube Julu, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang. Bahkan waktunya hampir bersamaan dengan lokasi pertama, Minggu (10/4) sekira Pukul 02.30 Wib dinihari.
Dilokasi CDI, segerombolan massa lebih kurang 100 orang menggunakan Sepeda Motor dan Mobil tiba dilokasi. Mereka juga membawa sajam dan menggunakan penutup muka. Pada saat kejadian, pengunjung yang ramai langsung berhamburan meninggalkan lokasi CDI. Mereka juga melakukan pengrusakan dan pembakaran fasilitas CDI yang ada di seputaran lokasi, baik parkir dan fasilitas didalam ruangan CDI.
Puas merusak dan membakar lokasi, sekitar pukul 03.00 Wib, massa yang tidak dikenal ini meninggalkan lokasi dan membubarkan diri.
Tidak hanya merusak fasilitas CDI didalam room, Pos jaga CDI juga ikut terbakar rata dengan tanah serta 10 unit Sepeda Motor milik pengunjung maupun milik pekerja hangus terbakar.