Kader Pemuda Pancasila Kabupaten Labuhanbatu ikut serta nonton bareng film layar lebar yang berjudul Sang Perwira yang disponsori oleh Polres Labuhanbatu, bertempat di Studio XXI Suzuya Mall jalan SM Raja Kelurahan Bakaran Batu Kecamatan Rantau Selatan Kabupaten Labuhanbatu, Kamis sore (28/11/19) sekira pukul 16.30 Wib.
Dalam cuplikan film tersebut diceritakan tentang seorang anak remaja, yang tinggal di pinggiran Danau Toba Sumatera Utara, bernama Horas yang terlahir dari keluarga yang tidak mampu yang bercita- cita ingin menjadi seorang anggota polisi.
Tetapi keinginannya tidak sejalan dengan ayahandanya yang berkeinginan anaknya bekerja di luar negeri sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI), namun karena dukungan ibunya sang anak tetap menjalani cita- citanya untuk menjadi polisi, walau sebelumnya sang ibu untuk mendukung sang anak sempat mengadaikan anting pemberian ayahnya hadiah dari pernikahannya senilai lima ratus ribu rupiah untuk pegangan sang anak melamar menjadi anggota polisi.
Singkat cerita sang anak berhasil masuk taruna akademi polisi (Akpol) dengan predikat taruna terbaik. Usai wisuda, sang anak kembali ke kampung halaman, tetapi tidak diketahui sang anak selama empat tahun sang ibu menjalani kehidupan yang sangat susah sampai- sampai hutangnya tidak terbayar, dan sang ibu mengalami sakit- sakitan.
Besarnya hati sang anak ingin menunjukan seragam polisi yang dipakainya kepada ibunya, tapi Tuhan berkehandak lain, sang ibu sudah terlebih dahulu meninggal dunia, sesampainya di rumah sang anak sudah melihat jasad sang ibu yang sudah tidak bernyawa.
Itulah cerita singkat film layar lebar yang berjudul sang prawira, jadi point terpenting dalam cerita film tersebut, awak media ini menyimpulkan bahwa seorang Pemuda untuk mengejar cita- citanya jangan pernah menyerah walau hidup dalam keluarga yang tidak mampu, karena tidak akan berubah nasib kita kalau tidak kita yang berusaha keras untuk merubahnya.
Dan jangan lupa dukungan orang tua dalam hal ini ibu kita itu sangat penting, karena restu dan do'a sang ibu itu jalan Tuhan, intinya sayangilah ibu kita maka Tuhan juga akan menyayangi kita.
Point lainnya dalam cerita ini, awak media simpulkan bahwa untuk menjadi seorang anggota polisi tidak harus banyak uang dan kaya raya, terbukti sudah banyak jebolan Akpol yang lulus dari keluarga yang tidak mampu. Intinya tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini, bila Allah SWT Tuhan yang maha kuasa berkehendak semua bisa terjadi, didukung lagi penerimaan polisi bagi anak bangsa kini cukup transparan dan Polri kini sangat membutuhkan generasi penerus bangsa taruna akademi polisi yang berkualitas.
Terkait dengan film layar lebar sang prawira tersebut, awak media ini sempat mewawancarai dr Ririt, salah seorang kader Srikandi Pemuda Pancasila Kabupaten Labuhanbatu, yang mana menurut pendapatnya film sang prawira sangat memotivasi generasi muda untuk menggapai cita- citanya menjadi anggota Kepolisian Republik Indonesia.
Selain itu, tambahnya, dukungan dan do'a sang ibu sangat penting untuk kita mengejar cita- cita. "Jadi sayangilah orang tua kita terutama sang ibu, karena dukungan dan do'a ibu lah kita dapat meraih apa yang kita cita- citakan," imbuhnya.
Satu hal lagi sambungnya, jadilah generasi muda yang berkualitas. "Hindari pergaulan bebas dan narkoba serta tindakan kriminal yang merugikan diri kita dan keluarga, sehingga kesempatan untuk menjadi sukses terbuka lebar untuk generasi muda khususnya anak- anak penerus bangsa," pungkas dr Ririt mengakhiri wawancaranya.