Minggu, 03 Mei 2026

KNPI Tapteng Tolak Kenaikan BBM Subsidi

Tapteng (utamanews.com)
Oleh: Bambang EF Lubis Senin, 05 Sep 2022 11:35
Raju Firmanda Hutagalung, Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Tengah
 Istimewa

Raju Firmanda Hutagalung, Sekretaris DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Tengah

Keputusan pemerintah menaikkan harga BBM Bakar Minyak (BBM), yang diumumkan presiden RI Joko Widodo pada Sabtu (03/9/2022) kemarin, mendapat penolakan dari Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

Alasan pemerintah menaikkan harga BBM karena subsidi BBM membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dinilai mencederai esensi berbangsa dan bernegara. Hal itu dikatakan Sekretaris DPD KNPI Tapteng, Raju Firmanda Hutagalung kepada Utamanews.com
Raju mengatakan, esensi dasar dari pengelolaan seluruh potensi negara dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan rakyat. Dengan demikian, selama seluruhnya diperuntukkan bagi peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat, maka tidak ada istilah Subsidi membebani APBN.

"Jika negara telah “berani” mengatakan subsidi sebagai beban negara, maka itu sama artinya, negara menganggap rakyat adalah sumber dari semua masalah bangsa yang ada. Padahal, negara dibentuk dan berdiri untuk memperjuangkan hak-hak rakyat sebagai pemilik kedaulatan, kini kok dijadikan kambing hitam untuk menaikkan BBM” terang Raju, Senin (5/9/2022).
Lanjut Kader HMI Sibolga - Tapteng, dari seluruh aspek pembangunan yang sedang digalakkan pemerintah, rakyat adalah prioritas utamanya.
"Dengan kata lain, saat hak-hak rakyat sudah terpenuhi dengan baik, barulah pemerintah memikirkan hal-hal lain, jadi jangan dibalik," sebut Raju.

Raju menjelaskan, Negara tidak bisa berpandangan seolah-olah jika APBN itu seluruhnya diperuntukkan untuk subsidi adalah satu hal yang berlebihan.

"Justru, selama memang selama hal itu untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat, mempermudah mendapatkan kebutuhan sehari-hari, maka itu bukan sesuatu yang keliru. Jika subsidi selama ini lebih banyak dinikmati oleh kalangan ekonomi menengah ke atas, maka jangan orang miskin yang jadi korban. Pemerintah harus menciptakan sebuah sistem agar subsidi BBM selama ini tepat sasaran," tegasnya.
Masih kata Raju, bukan suatu solusi memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada warga miskin sebagai akibat dari kenaikan harga BBM.

"Itu diduga hanya akal-akalan pemerintah saja. Karena tidak mungkin pasca kenaikan harga BBM dan selama itu pula rakyat miskin akan menerima subsidi. Paling hanya untuk beberapa kali pencairan, setelah itu subsidinya distop, kan begitu,” imbuh Aktivis Sibolga - Tapteng.

Lanjutnya, atas keputusan menaikkan harga BBM tersebut, DPD KNPI Kabupaten Tapanuli Tengah menyatakan menolak dengan tegas. Keputusan itu harus dibatalkan. Dan KNPI akan menyurati secara resmi lembaga negara terkait untuk menyampaikan sikap tegas penolakan ini.
iklan peninggi badan
“Jika setiap APBN terbebani, solusinya adalah menaikkan harga BBM, maka sebaiknya pejabat-pejabat terkait mundur saja. Ganti sama yang lebih berkompoten,” pungkas Presiden Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Muhammadiyah Sibolga, masa bhakti 2018 - 2019 itu.
Editor: Arman Junaedy
Tag:
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️