Praktisi hubungan internasional, Dinna Prapto Raharja menilai Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bijak dalam merespons konflik Rusia dan Ukraina. Hal ini lantaran Jokowi menyoroti bahaya dan kerugian yang harus ditanggung akibat perang.
Diketahui, melalui akun Twitter resminya @jokowi, Jokowi menyerukan dihentikannya perang di Ukraina. Jokowi menjelaskan, perang menyengsarakan manusia serta membahayakan dunia.
“Pernyataan Presiden Joko Widodo terbilang bijak karena lebih menyoroti bahaya dari perang dan kerugian yang harus ditanggung negara-negara dunia akibat perang,” kata Dinna Prapto Raharja saat dihubungi Beritasatu.com, Minggu (27/2/2022).
Hanya saja, Dinna mengingatkan statement melalui media sosial tidak cukup menghentikan perang. Dinna menekankan langkah-langkah diplomatik lainnya sangat perlu dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Hal ini tak terlepas dari dinamika politik global yang tengah berlangsung sampai saat ini.
Dijelaskan, percepatan polarisasi politik global menandakan potensi terjadinya Perang Dingin babak kedua semakin besar. Bahkan, meski tidak ada yang mengharapkannya, bisa saja perang dunia III dapat terjadi. Dia memandang hal tersebut bukanlah suatu hal yang mustahil.
Selain itu, Dinna menekankan semua negara harus menyadari, polarisasi mengakibatkan jalan multilateralisme semakin tertutup. Sementara di lain sisi, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memiliki keterbatasan untuk menyelesaikan polarisasi antara negara-negara besar yang terjadi saat ini.
“Indonesia harus aktif mencari jalan keluar dari kebuntuan situasi ini,” ucap Dinna.