Operasi pasar terbuka yang dilaksanakan di Pasar Mardika Kota Ambon beberapa hari terakhir ini menjadi polemik di kalangan pedagang setempat.
Pedagang menilai bahwasanya lokasi pasar terbuka sangat memberikan dampak buruk bagi pendapatan pedagang kecil.
Operasi pasar terbuka dilakukan dengan tujuan mengontrol inflasi melalui kebijakan Gerakan Nasional Pengendali Inflasi Pangan (GNPIP). Namun, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Cabang Ambon menilai bahwasanya ada dua kekeliruan yang terjadi dalam menjalankan operasi pasar terbuka tersebut, yaitu penetapan lokasi dan pengambilan sembako.
Hamja Loilatu, Ketua IMM Cabang Ambon, menyatakan penetapan Pasar Mardika sebagai lokasi operasi pasar tentunya merupakan kebijakan yang harusnya dipertimbangkan kembali.
Tak hanya itu, menurutnya, pengambilan sembako seharusnya diambil dari para pedagang di pasar untuk nantinya dapat dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang lebih terjangkau. Bukan malah mengambil barang dari pihak ketiga.
"Bagi kami ini kebijakan yang otomatis mempersulit pedagang yang ada di pasar Mardika. Kami tetap mendukung gerakan pemerintah ketika gerakan tersebut menguntungkan masyarakat bawah", katanya.
"Kami menyarangkan pemerintah kota Ambon dan pihak terkait yang melakukan kegiatan operasi pasar tersebut, sebaiknya lokasinya dipertimbangkan dan harus diralat.
Karena kami merasa masih banya tempat untuk pemerintah melakukan kegiatan tersebut," ujar Hamja.
"Salah satunya pemerintah melakukan kegiatan tersebut bisa di Lapangan Merdeka dengan dikemas kegiatannya dalam bentuk pameran, itulah harapan kami", pungkasnya.