Rabu, 18 Sep 2019 03:02
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Gabungan Berbagai Aktivis Minta Organisasi Jaringan Asing Pendukung Referendum Papua Dibubarkan

Gabungan Berbagai Aktivis Minta Organisasi Jaringan Asing Pendukung Referendum Papua Dibubarkan

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Iman
Kamis, 05 Sep 2019 07:25
Istimewa
Indonesia
Ratusan massa tergabung  dalam Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, DPP BIMA dan Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden & Kedaulatan NKRI mendesak organisasi atau pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri yang bekerja untuk asing dan mendukung gerakan makar Papua segera dibubarkan.

"Kami sangat mendukung Bapak Presiden Jokowi untuk mengungkap, menuntaskan dan menindak tegas pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri, LSM- NGO yang bekerja untuk asing memperkeruh situasi di dalam negeri terkait Papua dan elit politik nasional, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan yang memperkeruh Papua, menjadikan Papua sebagai komoditas politik alat bargaining politik untuk mendapatkan jabatan kekuasaan dan akses perekonomian nasional," demikian tertulis isi pernyataan sikap dari berbagai elemen yang disahkan oleh para Ketua Umum, Rabu (4/9/2019).

Adapun pentolan yang menyuarakan kegelisahan tersebut diantaranya Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejering Nasional Aktivis 98 Anto Kusumayuda, Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA) IR. Dont Mulyana Kurnia, Sekjen Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden & Kedaulatan NKRI Abdul Salam Nur Ahmad, dan Dewan Presidium Dr. KH Asep Ahmad Hidayat juga Acik Munasik.

Mereka juga berkomitmen dan merasa bertanggung jawab untuk keutuhan NKRI, maka sebagai salah satu elemen rakyat Indonesia terus menyerukan dalam sebuah gerakan bersama yaitu "Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden dan Kedaulatan NKRI". Karena, kata mereka, kejadian rusuh Papua bermotif ingin mencoreng wibawa Presiden Jokowi dan mengancam Kedaulatan NKRI.


"Siapapun yang terlibat apakah pejabat penting di Pemerintahan? LSM -NGO?Politisi barisan sakit hati? Harus ditindak tegas tanpa pandang bulu karena telah merongrong kedaulatan NKRI kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepan," sebut mereka.


Selain itu, pihaknya mengajak dan menyerukan pada saudara-saudara seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa dan berjuang membela dan menjaga Papua, Papua Barat dari rongrongan pihak-pihak asing yang mengacaukan dan memprivokasi papua lepas dari NKRI.

Kata mereka, pihak "Asing" tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik. Mereka agen-agen asing berkonspirasi dengan pihak-pihak jaringan di dalam negeri, dengan organisasi atau lembaga di Papua dengan tiada hentinya mempropagandakan Papua Merdeka.

"Isu Papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan," sambungnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masih adanya NGO atau LSM di dalam negeri yang mendapatkan dana dukungan dari asing sehingga menjadi agen asing kepanjangan tangan asing di dalam negeri untuk memuluskan agenda kepentingan asing di dalam negeri. Salah satunya mereka NGO dan LSM tersebut ikut mensupport pergerakan kelompok Papua Merdeka.

"NGO dan LSM tersebut menjadi penghianat bangsa dan negara, karena tidak ada sumbangan dana program dari asing ke LSM atau NGO yang gratis tiada lain memiliki kepentingan untuk tujuan politik menguasai Indonesia salah satunya dengan persoalan Papua," pungkasnya.
Editor: Sam

T#g:aktifisNKRI
Berita Terkait
  • Sabtu, 07 Sep 2019 09:07

    Panglima TNI Tatap Muka Bersama Tokoh-Tokoh Lintas Agama Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan tatap muka bersama sejumlah Tokoh-Tokoh Lintas Agama dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai, bertempat di Hotel Sahid, Entrop, Papua, Jum

  • Jumat, 30 Agu 2019 06:50

    Harga Mati, Papua Bagian Integral NKRI

    Tampaknya kerusuhan yang terjadi di Papua tempo hari dirasa makin meluas dan melebar kemana-mana. Bahkan, berita terbaru menyebutkan kerusuhan kembali terjadi lagi di Jayapura. Melihat kondisi semacam

  • Senin, 02 Sep 2019 03:02

    Tolak Isu Rasialisme, Papua Bagian Integral NKRI

    Kerusuhan akibat tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya ternyata berdampak negatif terhadap keamanan di Papua secara umum. Sekelompok massa yang awalnya berjalan damai berakhir dengan k

  • Minggu, 01 Sep 2019 03:01

    Peran Anak Muda Menolak Konsep NKRI Bersyariah

    Ijtima Ulama 4 menghasilkan konsep NKRI Bersyariah, konsep tersebut jelas sangat tidak diperlukan, karena Indonesia sudah memiliki ideologi Pancasila. Sehingga Ideologi- ideologi lainnya tidak bisa di

  • Rabu, 21 Agu 2019 03:21

    Papua Barat Bagian NKRI, Sudah Final

    Pada 6 Agustus 2019 lalu, Benny Wenda menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Solomon Islands, Hon. Manaseh Sogavare di Kantor Perdana Menteri Solomon Islands di Honiara.Selain itu, dir

  • Sabtu, 17 Agu 2019 03:17

    Mari Ramai-Ramai Menolak NKRI Bersyariah

    Ijtima' Ulama 4 dalam salah satu keputusannya seakan menuntut terwujudnya konsep NKRI Bersyariah. Hal tersebut tentu juga bisa saja menimbulkan kontroversi dan melakukan penentangan atas keputusa

  • Kamis, 28 Mar 2019 03:28

    Hoax yang Tak Kunjung Reda Mengancam Suksesnya Pemilu 2019

    Ada banyak faktor yang membuat hoax atau berita bohong di Indonesia tak kunjung reda meski beberapa kalangan telah memunculkan gerakan-gerakan yang mendeklarasikan untuk melawan hoax. Salah satu penye

  • Minggu, 17 Feb 2019 22:17

    Dandim 0824 Jember Hadiri Pengajian dan Do'a Bersama Untuk Keberkahan NKRI

    Komandan Kodim 0824 Letkol Inf Arif Munawar menghadiri pengajian akbar Pengajian Luapan Rindu, Cinta Rasulullah Dan Semangat Mengaji Ar Qur'an Untuk Keberkahan NKRI yang dihadiri oleh Al Habib Ah

  • Jumat, 21 Des 2018 11:21

    Mengulas Diksi "Indonesia Punah" ala Prabowo

    Menjelang akhir tahun 2018, Prabowo tampak disibukkan dengan berbagai agenda untuk bertemu dengan para kadernya. Beberapa kalimat yang ia lontarkan kerap membuat geger hingga menjadikan hal tersebut s

  • Kamis, 25 Okt 2018 18:25

    TNI Miliki Tugas Pokok Menegakkan dan Mempertahankan NKRI

    TNI memiliki tugas pokok yaitu menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila dan UUD 1945, serta melindungi segenap

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak