Minggu, 26 Jan 2020 09:23
  • Home
  • Sosial Budaya
  • Gabungan Berbagai Aktivis Minta Organisasi Jaringan Asing Pendukung Referendum Papua Dibubarkan

Gabungan Berbagai Aktivis Minta Organisasi Jaringan Asing Pendukung Referendum Papua Dibubarkan

Jakarta (utamanews.com)
Oleh: Iman
Kamis, 05 Sep 2019 07:25
Istimewa
Indonesia
Ratusan massa tergabung  dalam Perhimpunan Pergerakan Jejaring Nasional Aktivis 98, DPP BIMA dan Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden & Kedaulatan NKRI mendesak organisasi atau pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri yang bekerja untuk asing dan mendukung gerakan makar Papua segera dibubarkan.

"Kami sangat mendukung Bapak Presiden Jokowi untuk mengungkap, menuntaskan dan menindak tegas pihak-pihak jaringan asing di dalam negeri, LSM- NGO yang bekerja untuk asing memperkeruh situasi di dalam negeri terkait Papua dan elit politik nasional, baik dalam pemerintahan maupun di luar pemerintahan yang memperkeruh Papua, menjadikan Papua sebagai komoditas politik alat bargaining politik untuk mendapatkan jabatan kekuasaan dan akses perekonomian nasional," demikian tertulis isi pernyataan sikap dari berbagai elemen yang disahkan oleh para Ketua Umum, Rabu (4/9/2019).

Adapun pentolan yang menyuarakan kegelisahan tersebut diantaranya Ketua Umum Perhimpunan Pergerakan Jejering Nasional Aktivis 98 Anto Kusumayuda, Ketua Umum DPP Barisan Islam Moderat (BIMA) IR. Dont Mulyana Kurnia, Sekjen Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden & Kedaulatan NKRI Abdul Salam Nur Ahmad, dan Dewan Presidium Dr. KH Asep Ahmad Hidayat juga Acik Munasik.

Mereka juga berkomitmen dan merasa bertanggung jawab untuk keutuhan NKRI, maka sebagai salah satu elemen rakyat Indonesia terus menyerukan dalam sebuah gerakan bersama yaitu "Gerakan Nasional Membela Kewibawaan Presiden dan Kedaulatan NKRI". Karena, kata mereka, kejadian rusuh Papua bermotif ingin mencoreng wibawa Presiden Jokowi dan mengancam Kedaulatan NKRI.


"Siapapun yang terlibat apakah pejabat penting di Pemerintahan? LSM -NGO?Politisi barisan sakit hati? Harus ditindak tegas tanpa pandang bulu karena telah merongrong kedaulatan NKRI kalau dibiarkan akan menjadi preseden buruk bagi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara kedepan," sebut mereka.


Selain itu, pihaknya mengajak dan menyerukan pada saudara-saudara seluruh rakyat Indonesia untuk bersama-sama berdoa dan berjuang membela dan menjaga Papua, Papua Barat dari rongrongan pihak-pihak asing yang mengacaukan dan memprivokasi papua lepas dari NKRI.

Kata mereka, pihak "Asing" tentunya tidak bekerja sendiri dalam memuluskan agendanya membuat Papua rusuh untuk menguasai Papua demi kepentingan ekonomi dan kepentingan sosial politik. Mereka agen-agen asing berkonspirasi dengan pihak-pihak jaringan di dalam negeri, dengan organisasi atau lembaga di Papua dengan tiada hentinya mempropagandakan Papua Merdeka.

"Isu Papua selalu dijadikan komoditas politik elit politik nasional dalam melakukan bargaining untuk kepentingan kekuasaan dan jabatan," sambungnya.

Tidak hanya itu, lanjutnya, masih adanya NGO atau LSM di dalam negeri yang mendapatkan dana dukungan dari asing sehingga menjadi agen asing kepanjangan tangan asing di dalam negeri untuk memuluskan agenda kepentingan asing di dalam negeri. Salah satunya mereka NGO dan LSM tersebut ikut mensupport pergerakan kelompok Papua Merdeka.

"NGO dan LSM tersebut menjadi penghianat bangsa dan negara, karena tidak ada sumbangan dana program dari asing ke LSM atau NGO yang gratis tiada lain memiliki kepentingan untuk tujuan politik menguasai Indonesia salah satunya dengan persoalan Papua," pungkasnya.
Editor: Sam

T#g:aktifisNKRI
Berita Terkait
  • Selasa, 10 Des 2019 17:00

    Temu Silaturahim Lintas Tokoh Sergai, Semua Pihak Harus Menjaga Tali Persaudaraan Demi Keutuhan NKRI

    Para Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama Lintas Masyarakat Cinta dan Peduli Serdang Bedagai mengadakan Coffee Morning di rumah makan Haji Murni Firdaus, demi menjaga kondusifitas dan stabilitas keamanan

  • Jumat, 25 Okt 2019 20:35

    Kematian Golfrid Siregar Momentum Membangun Persatuan Aktifis

    Semenjak kematian Golfrid Siregar, sampai sekarang belum ada kejelasan siapa dalang di balik pembunuhannya. Ditambah lagi, tidak lama berselang setelah kejadian itu, sejumlah teror menghantam Litterac

  • Rabu, 09 Okt 2019 16:09

    Seminar Damai Di Hati Damai Di Jiwa, Merajut Kebersamaan Serta Membangun Kesatuan NKRI

    Gerakan Nusantara Bangkit (GNB) Jember, melaksanakan seminar dengan thema "Damai Di Hati Damai Di Jiwa, Merajut Kebersamaan Serta Membangun Kesatuan NKRI", di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) Institut Agam

  • Minggu, 29 Sep 2019 18:09

    Sekjend DPP FSPMI: Marilah rasa cinta tanah air kita tumbuhkan dan kuatkan kembali

    Menyikapi kondisi realistis terkini yang sedang dialami oleh bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), menyangkut keadaan dan situasi kedaulatan Bangsa Indonesia yang sedang tidak baik, ma

  • Sabtu, 07 Sep 2019 09:07

    Panglima TNI Tatap Muka Bersama Tokoh-Tokoh Lintas Agama Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., melaksanakan tatap muka bersama sejumlah Tokoh-Tokoh Lintas Agama dalam rangka menjaga Papua Tanah Damai, bertempat di Hotel Sahid, Entrop, Papua, Jum

  • Jumat, 30 Agu 2019 06:50

    Harga Mati, Papua Bagian Integral NKRI

    Tampaknya kerusuhan yang terjadi di Papua tempo hari dirasa makin meluas dan melebar kemana-mana. Bahkan, berita terbaru menyebutkan kerusuhan kembali terjadi lagi di Jayapura. Melihat kondisi semacam

  • Senin, 02 Sep 2019 03:02

    Tolak Isu Rasialisme, Papua Bagian Integral NKRI

    Kerusuhan akibat tindakan rasisme terhadap Mahasiswa Papua di Surabaya ternyata berdampak negatif terhadap keamanan di Papua secara umum. Sekelompok massa yang awalnya berjalan damai berakhir dengan k

  • Minggu, 01 Sep 2019 03:01

    Peran Anak Muda Menolak Konsep NKRI Bersyariah

    Ijtima Ulama 4 menghasilkan konsep NKRI Bersyariah, konsep tersebut jelas sangat tidak diperlukan, karena Indonesia sudah memiliki ideologi Pancasila. Sehingga Ideologi- ideologi lainnya tidak bisa di

  • Rabu, 21 Agu 2019 03:21

    Papua Barat Bagian NKRI, Sudah Final

    Pada 6 Agustus 2019 lalu, Benny Wenda menyempatkan diri untuk bertemu dengan Perdana Menteri Solomon Islands, Hon. Manaseh Sogavare di Kantor Perdana Menteri Solomon Islands di Honiara.Selain itu, dir

  • Sabtu, 17 Agu 2019 03:17

    Mari Ramai-Ramai Menolak NKRI Bersyariah

    Ijtima' Ulama 4 dalam salah satu keputusannya seakan menuntut terwujudnya konsep NKRI Bersyariah. Hal tersebut tentu juga bisa saja menimbulkan kontroversi dan melakukan penentangan atas keputusa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak