Sabtu, 02 Mei 2026

Dukung Sistem Pendidikan Generasi Z, BBMKG Wilayah 1 jadi "Sekolah" Bencana

Medan (utamanews.com)
Oleh: Dito Jumat, 29 Des 2023 11:39
Sekolah bencana pada Generasi Z oleh BBMKG wilayah I
 Istimewa

Sekolah bencana pada Generasi Z oleh BBMKG wilayah I

Rentetan bencana yang terjadi dari aktivitas alam telah menyadarkan masyarakan dan pemerintah untuk membuat suatu sistem pendidikan yang penting bagi generasi Z. Beberapa bencana yang telah terjadi seperti banjir di Bakara, Sihotang dan Simalungun dan beberapa kekeringan serta ribuan gempa yang terjadi sepanjang tahun 2023 harus diajarkan bagi para generasi Z. 

Oleh karena itu, Balai Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I menyelenggarakan kegiatan School Goes to BMKG (SGTB) sepanjang 2023. Secara statistik, kunjungan berasal dari 37 sekolah yang terdiri dari TK-SD-SMP dan SMA dari kota Medan, Deli Serdang dan Langkat dengan total 2468 siswa dan 153 guru selama periode Januari hingga Desember 2023. 

Ketua team SGTB, Sri Wahyuni, mengatakan kegiatan SGTB ini merupkan bentuk keseriusan BBMKG wilayah I dalam mendukung pendidikan kebencanaan dan memberikan edukasi tentang apa yang dikerjakan oleh observer dan forecaster di BMKG. 

"Kita membuat materi yang sangat menarik sesuai dengan level pendidikan siswa, bersifat saintifik dan interaktif yang mana diselingi dengan tanya jawab dan canda tawa. Selain itu, para siswa berkesempatan untuk melihat bagaimana BMKG mengukur curah hujan, temperatur, tekanan udara, proses penyinaran matahari dan sebagainya dalam bidang meteorologi, sedangkan bidang geofisika mereka lebih tau dan melihat jenis gelombang gempa dan bentuk-bentuk patahan di wilayah Sumatra dan sekitarnya. Kita juga semangat melihat antusiasme adik-adik dan ibu/bapak guru", tambah Sri. 
Secara terpisah, Kepala BBMKG Wil. I, Hendro Nugroho, menambahkan bahwa pendidikan kebencanaan terkait cuaca, iklim, gempa dan tsunami sangat diperlukan untuk mempersiapkan generasi Z untuk lebih antisipatif, reaktif dan adaptif. 

Hendro menjelaskan bahwa bencana kapan saja bisa terjadi karena proses alam yang sangat dinamis dan tidak bisa dihindari oleh karena itu para adik-adik siswa harus adaptif terhadap segala proses alam dan menjadi garda terdepan dalam mendukung penanggulangan bencana.

"Seperti contoh, ketika ada gempa yang terjadi bersifat signifikan dan dirasakan cukup kuat, maka adik-adik harus paham cara mengevakuasi diri sendiri dan memberikan informasi ke BMKG terkait dampak kerusakan dan seberapa kuat dirasakan. Hal tersebut sangat membantu para seismologist di BBMKG Wil. I untuk mengupdate kondisi gempa dan memonitoring aktivitas seismik selanjutnya. Begitu juga cuaca dan iklim yang berpotensi banjir dan kekeringan, ada mekanisme yang harus diketahui oleh para adik-adik sehingga bisa menghindari berita hoax. Selain itu, adik-adik dan ibu/bapak guru juga turut diajarkan metode fisika dan matematika dalam menentukan lokasi gempa, curah hujan, arah angin dan tekanan udara untuk menambah wawasan mereka dalam Ilmu Pengetahuan Alam." tambah Hendro. 

Hendro juga memberikan motivasi kepada adik-adik SMA untuk bisa mengambil bagian menjadi pengamat masa depan dengan masuk ke sekolah kedinasan BMKG yaitu STMKG yang difasilitasi secara penuh oleh pemerintah Indonesia. Para generasi Z juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam membantu BMKG dengan aktif menggunakan informasi resmi dari BMKG melalui aplikasi InfoBMKG dan laman resmi @infobmkgsumut.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️