Jika dilihat dari segi profesi, para pelaku perceraian di Kabupaten Bogor didominasi oleh guru.Kasubag Kepagawaian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor Ngudiyanto yang dikonfirmasi terkait hal ini mengatakan, penyebab paling dominan dalam kasus perceraian ini adalah perselingkuhan.
"Ya, banyak guru yang mengajukan cerai. Penyebabnya karena perselingkuhan," kata pria yang akrab disapa Yanto, seperti dikutip dari Liputan6.com, Rabu (5/4/2017).
Selain perselingkuhan, lanjut Yanto, penyebab perceraian adalah karena tidak ada kecocokan dalam rumah tangga.
"Ada yang sering berantem, atau si perempuan merasa dirinya mampu (mencari nafkah), jadi mengajukan cerai," kata dia.
Dari semua kedinasan di Kabupaten Bogor, yang paling banyak mengajukan cerai berasal dari Dinas Pendidikan (Disdik), yaitu tenaga fungsional maupun guru.
"Yang ngajukan cerai ada suami istri satu profesi sebagai guru, lalu mengajukan cerai. Ada juga beda profesi. Jumlahnya seimbang lah," kata dia.
Kondisi ini lantas menjadi perhatian Bupati Bogor Nurhayanti. Sebab angka perceraian di Disdik setiap tahun terus meningkat.
"Setiap rapat, Bupati sering menyinggung soal ini, karena kasusnya terus meningkat" kata dia.
Yanto menyebut, tercatat ada 26 perceraian yang dilakukan tenaga pendidik dari 2016 hingga April 2017. Sementara di internal Disdik ada empat orang yang mengajukan perceraian.
"Kalau ada guru atau staf Disdik mengajukan cerai itu ke kami untuk dilakukan mediasi. Jika internal Disdik tidak bisa memediasi, nanti badan kepegawaian yang menanganinya," terang dia.
Namun, kata Yanto, rata-rata semua kasus yang masuk ke pihaknya berujung perceraian, karena satu sama lain sudah tidak saling percaya.
"Karena sakit hati diselingkuhi dan sudah tidak saling percaya, sehingga bercerai jadi jalan terbaik bagi mereka," dia memaparkan.
Kendati demikian, Yanto mengatakan pihaknya tidak memiliki data pasti berapa jumlah tenaga pendidik yang rujuk setelah bercerai.
"Tidak ada. Harusnya kalau sudah nikah lagi mereka laporan ke kami. Biar tahu berapa orang yang menjanda dan menduda," tutupnya.