Gubernur Edy Rahmayadi saat merespon aksi unjuk rasa GODAMS di kantor Gubsu, Selasa (13/9)
Ratusan driver ojek online GODAMS (Gabungan Ojek Roda Dua Medan Sekitarnya) berunjukrasa ke kantor Gubernur Sumatera Utara dan diterima langsung oleh Gubernur Edy Rahmayadi, Selasa (13/9).
Adapun beberapa poin tuntutan massa adalah antara lain menuntut revisi atas penyesuaian tarif baru setelah kenaikan harga Pertalite untuk zona 1 Pulau Sumatera oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI.
Hal tersebut dikarenakan nilai pertambahan yang diberikan oleh aplikator tidak signifikan dan tidak balance (seimbang) dengan pengeluaran driver Ojol untuk membeli BBM.
"Kita menginginkan paling tidak penyesuaian tarif diatas angka 15-20% tetapi ini hanya 6-8%. Jadi tarif hanya naik Rp800-1000 dari tarif awal Rp6.400 untuk layanan tertentu dari aplikator itu sekarang menjadi Rp7.200 kata Agam Zubir, Ketua Umum GODAMS, saat dikonfirmasi wartawan.
Selain itu GODAMS juga menuntut realisasi payung hukum untuk legalisasi profesi ojek online Indonesia.
Kemudian mendesak aplikator untuk menjaga stabilitas pasar/demand dengan mengurangi berbagai potongan biaya aplikasi dan mendesak dicabutnya izin usaha aplikasi yang tidak patuh atas regulasi/ ketentuan/aturan Pemerintah.
Sementara Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi saat menyambut aksi unjuk rasa GODAMS menyatakan bahwa ia mengetahui bahwa dengan kenaikan BBM tentu sulit bagi rakyat.
Atas dasar itulah sehingga Edy Rahmayadi langsung hadir memberikan jawaban kepada pengunjuk rasa.
"Saya tahu semua ini sulit, saya tahu kalian sulit. Saya terus berjuang dan kalian juga ikut berjuang. Saya terima ini saya akan melaporkannya ke atas, lalu habis ini kalian tinggalkan tempat ini dan kutip sampah-sampah jika ada yang berserakan," ujarnya menanggapi.
"Jangan terlalu lama mengganggu jalan kepentingan umum, orang banyak membutuhkan tenaga kalian kesana-sini, kesana sini macet nanti dan orang tak makan nanti," ucap Edy Rahmayadi memberikan motivasi dan semangat juang.