DR Indra Wahidin Himbau Umat Budha Datang Ke TPS-TPS pada 17 April
MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Sam
Minggu, 07 Apr 2019 16:37
utamanews/Dito
DR Indra Wahidin
Pemilu merupakan sarana demokrasi untuk mewujudkan cita-cita bersama. Sebuah ikhtiar dalam berbangsa dan bernegara, ajang resmi memilih pemimpin. Bagi umat beragama, memilih pemimpin pemerintahan merupakan sebuah hak dan juga kewajiban sebagai warganegara.
Berkaitan dengan hal tersebut, sejumlah tokoh mengeluarkan himbauan agar masyarakat menggunakan hak pilihnya dalam pesta demokrasi di republik Indonesia, pada tanggal 17 April 2019 nanti. Salahsatunya adalah DR Indra Wahidin, tokoh umat Budha di Sumut, yang menghimbau warga kota Sumatera Utara, khususnya yang beragama Budha untuk datang dan tidak absen (Golput) pada Pemilu serentak tersebut.
"Sehubungan dengan situasi menjelang Pemilu Serentak untuk memilih pada tanggal 17 April 2019, saya selaku Ketua Perwakilan Umat Budha Indonesia-Sumatera Utara, mengajak seluruh teman-teman umat Budha untuk melakukan kewajibannya dan hak kita untuk memilih Presiden, Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten Kota di TPS-TPS yang telah ditentukan," tutur DR Indra Wahidin, Sabtu (6/4/2019).
Tokoh Tionghoa yang juga aktifis kemanusiaan ini meminta masyarakat untuk tidak percaya akan isu adanya situasi keamanan yang tidak terjamin saat Pemilu serentak berlangsung.
"Jangan percaya berita-berita yang tidak benar, dan kami yakin TNI-Polri serta instansi terkait telah menjamin keamanan bagi peserta Pemilu di seluruh nusantara, sehingga terpilih seorang pemimpin yang kita harapkan", tegasnya.
Kehadiran warganegara dalam Pemilu merupakan bukti nyata kepeduliannya dalam mewujudkan terciptanya Pemilu 2019 yang adil, damai dan berkualitas.
"Kita doakan juga terpilihnya pemimpin nasional dan anggota dewan yang mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta mengutamakan kerukunan antar umat beragama, khususnya pemimpin nasional yang mampu membawa kita menuju Indonesia yang lebih kuat dalam persaingan global", pungkasnya.