Senin, 04 Mei 2026

Bangkit dari Bencana, Pedagang Durian Sitahuis Malah Terusir Satpol-PP di Tarutung

Taput (utamanews.com)
Oleh: Winner Simanungkalit Sabtu, 13 Des 2025 08:23
 Istimewa

Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, nasib pedagang durian asal Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), kian memprihatinkan. Saat berupaya bangkit dari dampak bencana hidrometeorologi, mereka justru harus menerima kenyataan pahit: diusir Satpol-PP Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) dari lokasi berjualan di Kota Tarutung.

Para pedagang tersebut merupakan warga Sitahuis yang wilayahnya terisolasi akibat Jalan Lintas Simaninggir–Sibolga amblas diterjang longsor. Terputusnya akses utama membuat roda perekonomian lumpuh, memaksa warga mencari peluang usaha ke daerah terdekat, salah satunya Kabupaten Taput.

Dengan mengumpulkan hasil kebun masyarakat berupa buah durian, mereka mencoba peruntungan menjualnya di Tarutung. Harapannya sederhana: memperoleh penghasilan untuk menghidupi keluarga sekaligus membantu ekonomi warga Sitahuis yang terdampak bencana.

Namun harapan itu tak berjalan mulus. Setelah satu malam durian kurang laku, para pedagang justru diusir dari lokasi berjualan di pinggiran jalan, tepatnya di bawah RSUD Tarutung, tanpa adanya himbauan atau solusi sebelumnya.
“Sudah satu malam ini durian kurang laku, tapi kami malah diusir dari tempat dagang kami,” ujar seorang pedagang durian kepada UTAMA NEWS, Jumat (12/12/2025). Ia mengaku melihat Tarutung sebagai peluang usaha yang sangat menjanjikan.

Menurutnya, modal yang dikeluarkan tidak sedikit dan risiko berjualan durian cukup besar. Meski demikian, para pedagang tetap bersemangat karena sebagian besar ekonomi masyarakat Sitahuis sangat bergantung pada hasil perkebunan.

Dengan nada sedih, pedagang tersebut berharap ada kebijakan yang berpihak pada rakyat kecil. “Kenapa selama ini ada yang berjualan di bawah RSUD Tarutung tapi tidak pernah diusik? Himbauan ini baik, tapi tidak ada solusi untuk kami,” keluhnya.

Di lokasi, UTAMA NEWS juga menemui petugas Satpol-PP Taput yang melakukan penertiban. Petugas tersebut menjelaskan bahwa mereka hanya menjalankan tugas sesuai perintah.
produk kecantikan untuk pria wanita

“Kami ditugaskan untuk menertibkan pedagang durian yang berjualan di jalan ini dengan menyuruh mereka berpindah tempat, karena mengganggu jalur ambulans menuju RSUD Tarutung,” ungkap salah seorang petugas Satpol-PP.

Menanggapi kejadian tersebut, UTAMA NEWS menghubungi Bupati Taput, Jonius Taripar Hutabarat, melalui pesan WhatsApp. Dengan nada heran, Bupati mempertanyakan alasan pengusiran dan meminta identitas petugas Satpol-PP yang bertugas.

Setelah menerima penjelasan dan foto petugas dari UTAMA NEWS, Bupati Taput membalas singkat, “Oh nanti saya tegur, ya,” tulisnya melalui WhatsApp pada Jumat (12/12/2025).

iklan peninggi badan
UTAMA NEWS kembali meminta tanggapan terkait solusi konkret bagi pedagang durian asal Sitahuis tersebut. Namun hingga berita ini diterbitkan, belum ada jawaban lanjutan dari Bupati Taput, sementara para pedagang masih menunggu kepastian dan keadilan.
busana muslimah
Berita Terkini
gopay later
Berita Pilihan
adidas biggest sale
promo samsung
flash sale baju bayi
wardah cosmetic
cutbray
iklan idul fitri alfri

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

ramadan sale

⬆️