Warga Binjai ikut menyoroti sebuah proyek penguatan jembatan Sungai Bangkatan ruas Jalan Irian yang berada di Kecamatan Binjai Kota.
Hal itu terlihat melalui video yang beredar dengan durasi lebih kurang 1 menit 39 detik yang diperoleh awak media. Dalam video terdengar suara masyarakat mempertanyakan pembangunan proyek yang menghabiskan dana sebesar Rp. 986.000.000 (Sembilan Ratus Delapan Puluh Enam Juta Rupiah) yang bersumber dari APBD Kota Binjai tahun 2025.
"Yang terhormat bapak Walikota binjai beserta jajaran, izin melaporkan pembangunan jembatan di wilayah Kelurahan Setia, Jalan Kapten Muslim, Simpang Irian, posisi (proyek) jembatan menjorok ke tengah aliran sungai," ucap seorang pria di dalam video tersebut, Selasa (13/1).
Akibat proyek itu, sambung sang sumber, aliran Sungai Bangkatan menjadi sempit.
"Jadi sungai ini menyempit tinggal separuh, sehingga akan menimbulkan banjir yang berlebihan di wilayah daerah Gang Balai dan sekitarnya. Sebelum dibangun (proyek) jembatan ini, air banjir akan surut sebelum 24 jam. Jika ini posisi aliran sungai yang lebih sempit, maka akan dipastikan surutnya banjir akan lebih lama dari biasanya," ujar pria tersebut.
Kini, masyarakat yang merekam kondisi aliran Sungai Bangkatan tersebut memohon kepada Walikota Binjai untuk meninjau ulang pembangunan penguatan jembatan yang dimaksud.
Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media dari spse.inaproc.id, proyek yang hampir menghabiskan dana sebesar Rp 1 miliar ini dikerjakan oleh perusahaan berinisial CV VC yang beralamat di Kecamatan Jaya Baru, Banda Aceh.
Sebelumnya ada delapan peserta perusahaan yang mengikuti lelang proyek. Namun hanya perusahaan CV VC yang satu-satunya memberikan harga penawaran dan dinyatakan sebagai pemenang proyek.
Berdasarkan data yang berhasil dirangkum awak media, proyek penguatan jembatan ini diduga milik oknum Aparat Penegak Hukum (APH).
Terkait hal itu, Kepala Dinas PUTR Binjai, Wahyu Umara, saat dikonfirmasi soal proyek tersebut, tindak menjawab pesan singkat WhatsApp yang dilayangkan.
Sementara, Wahyu Umara baru dilantik menjadi Kepala Dinas PUTR Binjai oleh Walikota Binjai beberapa hari yang lalu. Sebelumnya, ia merupakan pejabat dari Kabupaten Serdang Bedagai.