Suasana pandemi Covid 19 yang mempengaruhi berbagai sektor, sangat berpengaruh pada warga masyarakat kurang mampu, demikian halnya seorang janda atas nama Misyana 65 tahun warga RT.002/015 Dusun Krajan Desa Sidomukti Kecamatan Mayang, di samping tergolong warga kurang mampu, pasca ditinggal suaminya meninggal, kondisi rumahnya pun nyaris roboh melengkapi sejumlah penderitaannya.Kondisi inilah yang mengundang perhatian sejumlah pihak, termasuk beberapa relawan dari LAZISMU dan Informasi Warga Jember (Iwj), bersinergi dengan tiga pilar Kecamatan mayang yang melakukan pembangunan rumah Misyana tersebut.
Saat kami temui pada Senin (18/01/2021), Misyana mengisahkan bahwa suaminya Suparmin, meninggal baru sepekan ini, meninggal di rumahnya ini karena sakit.
Kondisi yang dialaminya ini memang sudah suratan takdir. Sejak kecil saya memang hidup seperti ini, karena dari kalangan orang kurang mampu dan hidup di desa, jadi kerja buruh tani dan serabutan" ungkapnya dengan logat Madura.
"Kini bahagia karena rumahnya sudah bagus, layak dan sehat, sehingga dapat tidur nyenyak, apalagi ada bantuan sembako dari Kapolsek. Terima kasih pak Polisi, pak TNI dan semua yang telah memperbaiki rumah saya. Semoga mereka senantiasa sehat dan banyak rejeki" kata Misyana.
Danramil 0824/08 Mayang Kapten Chb Aliyil Abror, saat kami wawancarai menyatakan bahwa pihaknya sangat mendukung kepedulian semua pihak terhadap kondisi Misyana tersebut.
"Untuk itu kita bantu personel dalam merenovasi rumahnya tersebut, kita kerahkan karya bakti TNI, bersama unsur Muspika lainnya", katanya.
Sementara itu Dandim 0824/Jember Letkol Inf La Ode Muhammad Nurdin, saat dikonfirmasi menyatakan, bahwa ia sangat mengapresiasi kepedulian masyarakat tersebut.
"Pada situasi saat ini memang kepedulian sosial kita yang dibutuhkan dalam membantu sesama, karena dalam situasi serba sulit seperti sekarang ini, sangat berarti bagi masyarakat dalam mengurangi dampak sosial Covid 19", tegas Dandim 0824/Jember.